Sunday, 2 August 2026
BREAKING
BERITA

Tragedi Sampoong: Mal Runtuh dalam 20 Detik, 502 Jiwa Melayang

Oleh Emanuel August 2, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sebuah mal megah di Seoul, Korea Selatan, Sampoong Department Store, ambruk secara tragis pada 29 Juni 1995. Dalam waktu singkat, hanya 20 detik, bangunan berlantai lima itu lenyap ditelan puing-puing, menewaskan ratusan orang. Peristiwa mengerikan ini merenggut nyawa sedikitnya 502 orang, sementara 937 lainnya mengalami luka-luka. Runtuhnya mal yang dulunya menjadi pusat perbelanjaan populer ini disebabkan oleh kombinasi kelalaian manajemen dan cacat parah dalam perencanaan konstruksi.

Penyelidikan mendalam pasca-bencana mengungkap fakta mengejutkan mengenai pembangunan Sampoong Department Store. Gedung ini ternyata didirikan di atas lahan bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Keputusan kontroversial ini, yang mengabaikan standar keamanan dasar, menjadi salah satu faktor utama yang memicu keruntuhan. Selain itu, perubahan desain yang dilakukan secara sepihak oleh pemilik, Lee Joon, tanpa kajian teknis yang memadai, semakin memperparah kondisi struktur bangunan.

Perubahan desain yang dimaksud termasuk penambahan satu lantai lagi di atas bangunan asli yang hanya direncanakan berlantai empat. Selain itu, pemindahan beban berat dari unit pendingin udara (AC) ke titik yang lemah pada atap bangunan juga berkontribusi besar terhadap destabilisasi struktur. Perubahan ini, ditambah dengan kualitas material dan pengerjaan yang buruk, menciptakan resep bencana yang tak terhindarkan.

Manajemen Sampoong Department Store diketahui telah mengabaikan peringatan dini mengenai keretakan dan ketidakstabilan bangunan. Laporan mengenai retakan pada langit-langit dan lantai, serta suara-suara aneh yang terdengar, tidak mendapatkan respons yang memadai. Bahkan, beberapa jam sebelum kejadian, sebuah retakan besar terlihat di langit-langit lantai lima, namun pintu masuk ke area tersebut justru ditutup dengan alasan renovasi, bukan evakuasi.

Tragedi Sampoong menjadi pengingat kelam akan pentingnya integritas dalam perencanaan dan pelaksanaan konstruksi, serta tanggung jawab moral para pengelola bangunan. Peristiwa ini menyoroti dampak mengerikan yang dapat timbul akibat keserakahan dan pengabaian terhadap keselamatan publik demi keuntungan semata. Runtuhnya mal ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Korea Selatan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp