Bangkok berduka. Kebakaran hebat melanda sebuah bar dan restoran ternama di Ibu Kota Thailand, merenggut nyawa 27 orang pada Minggu (12/7) dini hari.
Peristiwa mengerikan ini terjadi di Rong Beer Na Lat Phrao, sebuah tempat hiburan malam yang ramai dikunjungi warga dan turis.
Api diduga mulai berkobar sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Kesaksian para korban selamat menggambarkan kepanikan hebat.
Mereka berlarian mencari jalan keluar saat api dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan. Asap tebal dan panas ekstrem membuat evakuasi menjadi sangat sulit.
Tim pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi. Petugas berjuang keras memadamkan api yang terus membesar.
Namun, upaya tersebut terkendala minimnya akses dan banyaknya material mudah terbakar di dalam bar.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban tewas telah mencapai 27 orang. Sebagian besar korban ditemukan di dalam gedung.
Belum diketahui secara pasti penyebab awal kebakaran tersebut. Pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam di lokasi kejadian.
Sejumlah saksi mata menyebutkan api diduga berasal dari area dapur atau panggung.
Namun, kepastiannya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari tim forensik.
Banyak korban mengalami luka bakar serius. Sebagian lainnya diduga tewas akibat menghirup asap beracun.
Petugas medis dan tim SAR telah dikerahkan untuk memberikan pertolongan kepada para korban luka.
Mereka juga berupaya mengidentifikasi jenazah para korban tewas.
Pihak kepolisian Bangkok telah menutup area sekitar lokasi kejadian.
Mereka mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat demi kelancaran proses investigasi.
Tragedi ini menjadi pukulan telak bagi Thailand, khususnya bagi keluarga para korban yang ditinggalkan.
Pemerintah setempat berjanji akan memberikan bantuan maksimal kepada seluruh korban dan keluarganya.
Pemeriksaan keamanan dan perizinan tempat hiburan malam di Bangkok diperkirakan akan semakin diperketat pasca-kejadian ini.
Harapan besar tertuju pada hasil penyelidikan untuk mengungkap tuntas akar permasalahan kebakaran yang merenggut begitu banyak nyawa.
