Ratusan nyawa melayang setiap tahun akibat kecelakaan kapal di Nigeria, namun ironisnya, tak ada perubahan berarti yang terlihat. Isu keselamatan transportasi air yang terus berulang ini kembali memicu kepedihan mendalam bagi keluarga korban, yang kini menuntut kejelasan atas musibah yang terus saja terjadi.
Salah satu tragedi terbaru melibatkan sebuah perahu kayu yang tenggelam di Sungai Niger, dekat desa Malali, negara bagian Kaduna, pada 17 Oktober 2023. Peristiwa nahas ini merenggut sedikitnya 15 nyawa, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak yang sedang dalam perjalanan pulang dari pasar. “Yang ada di pikiran saya hanyalah dia,” ujar seorang kerabat korban dengan nada pilu, menggambarkan betapa hilangnya orang terkasih meninggalkan luka yang dalam.
Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden serupa yang terus menghantui perairan Nigeria. Pada Juni 2023, sebuah perahu yang membawa rombongan pernikahan tenggelam di Sungai Mada, negara bagian Benue, menewaskan lebih dari 100 orang. Sebulan sebelumnya, di negara bagian Sokoto, insiden perahu terbalik menyebabkan 150 orang hilang, sebagian besar adalah anak sekolah.
Penyebab utama kecelakaan kapal di Nigeria seringkali disebabkan oleh berbagai faktor. Kapal yang kelebihan muatan, kondisi perahu yang buruk, cuaca buruk, hingga kurangnya kepatuhan terhadap peraturan keselamatan menjadi kontributor utama. Namun, meskipun fakta-fakta ini telah berulang kali diungkap, respons pemerintah maupun otoritas terkait dinilai masih minim dan belum efektif dalam mencegah terulangnya tragedi.
Keluarga korban, seperti yang diungkapkan oleh seorang kerabat yang enggan disebutkan namanya, merasa frustrasi dengan minimnya tindakan pencegahan. “Kami selalu mendengar janji-janji, tapi apa yang terjadi? Tragedi lain terus menyusul,” keluhnya. Mereka mendesak pemerintah untuk segera melakukan investigasi menyeluruh atas setiap kecelakaan, menerapkan sanksi tegas bagi pelanggar, serta meningkatkan standar keselamatan transportasi air di seluruh negeri. Tanpa langkah konkret dan berkelanjutan, deretan tragedi kapal tenggelam di Nigeria kemungkinan akan terus berlanjut, meninggalkan duka dan ratapan bagi banyak keluarga.
