Celtic secara dramatis tersingkir dari kualifikasi Liga Champions setelah menyia-nyiakan keunggulan agregat empat gol melawan LASK. Kekalahan 5-1 di Linz, Austria, menjadi pukulan telak bagi klub raksasa Skotlandia tersebut, yang harus merelakan impian tampil di kompetisi antarklub Eropa paling prestisius untuk tahun kedua berturut-turut.
Perjalanan Celtic di kualifikasi Liga Champions musim ini berakhir dengan catatan pahit. Keunggulan yang tampak begitu aman, bahkan mencapai 4-0 secara agregat berkat gol Callum McGregor di menit ke-21, justru berbalik menjadi mimpi buruk. Gol McGregor, yang berawal dari defleksi, sempat membuat tim tamu merasa berada di jalur yang tepat untuk melaju ke babak utama.
Namun, jalannya pertandingan di Austria berubah total di babak kedua. LASK menunjukkan determinasi luar biasa dan berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak lima gol. Kekalahan telak 5-1 di kandang LASK tidak hanya mengubur harapan Celtic, tetapi juga diperkirakan menimbulkan kerugian finansial lebih dari £20 juta.
Insiden ini menandai salah satu momen terburuk Celtic dalam sejarah partisipasi mereka di kompetisi Eropa. Kehilangan keunggulan sebesar itu, terutama di fase kualifikasi, menjadi pelajaran berharga sekaligus pukulan emosional bagi seluruh elemen klub, mulai dari pemain, staf pelatih, hingga para pendukung setia.
