Wednesday, 12 August 2026
BREAKING
BERITA

Tradisi Kuliner Pembawa Keberuntungan dari Seluruh Dunia

Oleh Emanuel August 12, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Di berbagai penjuru dunia, kuliner tak hanya sekadar pemenuhan kebutuhan pangan, melainkan juga sarat makna simbolis yang dipercaya membawa keberuntungan dan kemakmuran. Beragam hidangan dari berbagai negara telah lama diyakini sebagai pembawa hoki, mewakili harapan akan nasib baik di masa depan.

Salah satu contohnya adalah kue keranjang, yang wajib hadir saat perayaan Tahun Baru Imlek di Tiongkok. Kue legit ini memiliki filosofi ‘semakin tinggi, semakin baik’ karena teksturnya yang lengket, melambangkan peningkatan rezeki dan kemakmuran yang terus menerus.

Beralih ke Jepang, osechi-ryori menjadi sajian istimewa yang disantap saat Tahun Baru. Setiap komponen dalam kotak osechi memiliki arti tersendiri. Misalnya, kuromame (kacang hitam) melambangkan kesehatan yang baik, sementara ebi (udang) melambangkan umur panjang.

Di Korea Selatan, tteokguk atau sup kue beras menjadi hidangan tradisional yang disantap saat Tahun Baru. Dipercaya, memakan tteokguk akan membuat seseorang bertambah usia satu tahun dan membawa keberuntungan.

Sementara itu, di Italia, konsumsi lentil pada malam Tahun Baru diyakini membawa kemakmuran. Bentuk lentil yang bulat menyerupai koin, sehingga diharapkan mendatangkan kekayaan.

Tradisi serupa juga ditemukan di Spanyol, di mana masyarakatnya menyantap anggur sebanyak 12 buah tepat saat tengah malam pergantian tahun. Setiap anggur melambangkan satu bulan dalam setahun, dan diharapkan membawa keberuntungan di setiap bulannya.

Di Filipina, makanan berbentuk bundar menjadi simbol kemakmuran, terutama saat perayaan tahun baru. Berbagai hidangan bulat seperti pancit (mi) yang melambangkan umur panjang, serta buah-buahan bulat seperti jeruk dan semangka, menjadi favorit.

Negara-negara Eropa Timur seperti Polandia dan Rusia memiliki tradisi menyajikan ikan sebagai hidangan utama saat malam Natal. Ikan, terutama ikan mas, dipercaya membawa keberuntungan dan kemakmuran.

Di India, hidangan kacang polong seringkali disajikan dalam berbagai perayaan, terutama saat festival. Kacang polong dianggap sebagai simbol kesuburan dan keberuntungan.

Bahkan di negara-negara Barat, ada beberapa makanan yang dikaitkan dengan keberuntungan. Di Amerika Serikat, cornbread seringkali disajikan saat perayaan Thanksgiving dan hari-hari besar lainnya, melambangkan kelimpahan dan kemakmuran.

Di Prancis, crepes yang berbentuk bundar juga seringkali diasosiasikan dengan keberuntungan. Menjelang hari Candlemas, membuat crepes secara tradisional dipercaya membawa keberuntungan bagi keluarga.

Terakhir, di Vietnam, roti atau banh chung dan banh tet, yang merupakan kue beras ketan dengan isian daging dan kacang, menjadi makanan simbolis yang sangat penting saat perayaan Tet (Tahun Baru Imlek). Bentuknya yang persegi (banh chung) melambangkan bumi, sementara yang silindris (banh tet) melambangkan langit, keduanya mewakili kesatuan dan kelimpahan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp