Sebanyak 307.268 QR Code yang terdaftar dalam sistem Subsidi Tepat untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar telah diblokir. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap maraknya temuan penyalahgunaan dalam transaksi BBM bersubsidi.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, menjelaskan bahwa pemblokiran tersebut merupakan langkah tegas Pertamina dalam mengamankan kuota BBM bersubsidi agar tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak. “Ini adalah upaya kami untuk memastikan bahwa subsidi energi benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI pada Senin, 11 Maret 2024.
Penyalahgunaan yang teridentifikasi meliputi beberapa modus, salah satunya adalah pembelian BBM bersubsidi oleh kendaraan yang seharusnya tidak berhak. Hal ini terdeteksi melalui pola transaksi yang tidak wajar dan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pertamina terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap data transaksi untuk mendeteksi anomali.
Selain itu, terdapat juga indikasi penyalahgunaan yang melibatkan oknum yang mencoba mengakali sistem untuk mendapatkan kuota BBM bersubsidi secara berlebihan. Hal ini tentu merugikan masyarakat lain yang membutuhkan dan mengancam ketersediaan pasokan BBM bersubsidi.
Nicke Widyawati menekankan bahwa Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap segala bentuk penyalahgunaan BBM bersubsidi. “Kami tidak akan tinggal diam melihat kuota BBM subsidi disalahgunakan. Langkah ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjaga keadilan dan keberlanjutan program subsidi energi,” tegasnya. Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika menemukan adanya indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi di lingkungan mereka.
