Timnas Bola Basket Putra Indonesia memulai perjalanannya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan kekalahan. Dalam pertandingan perdana yang digelar pada hari ini, tim Merah Putih harus mengakui keunggulan Jepang dengan skor telak 98-53.
Kekalahan ini menjadi catatan pahit bagi skuad asuhan pelatih Milos Pejic. Sejak awal pertandingan, timnas Jepang yang bermain di hadapan pendukungnya tampil dominan dan terus memberikan tekanan kepada Indonesia. Jarak poin yang tercihan sejak kuarter pertama terus melebar hingga akhir pertandingan.
Secara statistik, Jepang menunjukkan superioritasnya di berbagai lini. Mereka unggul dalam tembakan dua angka, tiga angka, maupun eksekusi lemparan bebas. Selain itu, Jepang juga lebih efektif dalam mengamankan rebound dan melakukan steal, yang membuat serangan Indonesia sulit berkembang.
Pelatih Milos Pejic mengakui bahwa timnya masih perlu banyak berbenah. “Kita tahu bahwa Jepang adalah tim yang kuat. Ini adalah pertandingan pertama kami, dan kami masih perlu menemukan ritme permainan kami,” ujar Pejic seusai pertandingan. Ia menambahkan, “Ada banyak hal yang perlu kami perbaiki, mulai dari pertahanan, transisi, hingga penyelesaian akhir.”
Meskipun kalah di laga perdana, perjuangan Timnas Bola Basket Putra Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 belum berakhir. Mereka masih memiliki beberapa pertandingan sisa di fase grup yang akan menjadi ujian bagi mental dan kemampuan para pemain. Harapannya, kekalahan ini dapat menjadi pelajaran berharga untuk bangkit di laga-laga selanjutnya.
Pertandingan melawan Jepang ini merupakan pembuka dari serangkaian laga yang akan dilakoni Indonesia di cabang olahraga bola basket putra Asian Games 2026. Fokus kini beralih pada persiapan tim untuk menghadapi lawan-lawan berikutnya dengan performa yang lebih baik.
