Kota Batu menorehkan prestasi gemilang di kancah olahraga elektronik Jawa Timur. Tim SDES RAPPZYY, yang merupakan kontingen utusan Polres Batu, berhasil keluar sebagai juara pertama dalam ajang bergengsi Piala E-Sport Kapolda Jawa Timur 2026. Kemenangan ini dipastikan setelah mereka sukses menaklukkan tim tangguh dari Polres Jember pada partai final yang berlangsung sengit di Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Senin (29/6/2026) malam.
Gelar juara tingkat provinsi ini bukan sekadar pencapaian prestisius bagi tim SDES RAPPZYY, melainkan juga tiket emas untuk melangkah ke turnamen yang lebih besar. Sebagai pemenang, mereka kini didapuk menjadi duta resmi Polda Jawa Timur untuk berlaga di Kapolri Cup 2026 yang akan diselenggarakan di Jakarta. Ajang tersebut merupakan kompetisi e-sports tingkat nasional paling bergengsi di lingkungan institusi Polri yang mempertemukan atlet-atlet digital terbaik dari seluruh Indonesia.
Perjalanan SDES RAPPZYY menuju podium tertinggi tidak diraih dengan mudah. Sebelum menjejakkan kaki di kompetisi tingkat Polda, mereka terlebih dahulu membuktikan dominasinya dalam turnamen internal, Kapolres Batu E-Sport Competition. Ajang seleksi daerah tersebut merupakan kolaborasi strategis antara Polres Batu dengan pengurus cabang E-Sports Indonesia (ESI) Kota Batu dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Di tingkat daerah, SDES RAPPZYY harus berjibaku menghadapi 19 tim lawan yang memiliki kemampuan merata. Konsistensi dan performa apik yang mereka tunjukkan di level lokal menjadi modal berharga saat memasuki babak kualifikasi tingkat provinsi di Surabaya. Di sana, mereka tampil trengginas dengan menembus fase delapan besar hingga akhirnya mampu mendominasi jalannya pertandingan di partai puncak melawan Polres Jember.
Kasi Humas Polres Batu, Iptu M. Huda Rohman, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan pencapaian yang diraih oleh tim. Menurutnya, kesuksesan SDES RAPPZYY merupakan buah dari kedisiplinan tinggi, strategi permainan yang matang, serta kekompakan yang terbangun antaranggota tim. Selain itu, kemampuan para pemain dalam mengelola tekanan mental selama durasi pertandingan menjadi kunci krusial yang membedakan mereka dari kompetitor lainnya.
Iptu Huda menegaskan bahwa prestasi ini merupakan tonggak sejarah baru bagi ekosistem e-sports di Kota Batu. Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pembinaan atlet muda yang dilakukan secara berkesinambungan melalui kolaborasi antara kepolisian dan organisasi olahraga profesional mampu membuahkan hasil yang kompetitif. Hal ini sekaligus menjadi sinyal bahwa bakat-bakat lokal dari Kota Batu memiliki kapasitas untuk bersaing di level yang lebih tinggi, bahkan hingga ke tingkat nasional.
Lebih jauh, kemenangan ini mencerminkan sinergi yang kuat antara jajaran kepolisian, organisasi olahraga, dan komunitas pegiat game. Polres Batu berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan bakat digital generasi muda agar dapat tersalurkan ke dalam wadah yang sehat, positif, dan berprestasi. Dengan adanya ekosistem yang terarah, diharapkan akan lahir lebih banyak atlet e-sports berbakat yang dapat mengharumkan nama daerah di masa depan.
Saat ini, seluruh fokus tim SDES RAPPZYY telah dialihkan untuk menghadapi tantangan yang jauh lebih berat di Kapolri Cup 2026 Jakarta. Persiapan intensif kini tengah dilakukan guna memastikan performa mereka tetap konsisten saat berhadapan dengan tim-tim unggulan dari berbagai Polda di seluruh tanah air. Mereka mengemban misi besar untuk membawa nama harum Jawa Timur, khususnya Kota Batu, di panggung nasional.
Terkait persiapan menuju Jakarta, pihak Polres Batu terus memberikan pendampingan serta dukungan moral bagi para pemain. Iptu Huda juga menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Kota Batu agar turut memberikan dukungan dan doa restu. Harapannya, tim perwakilan ini mampu memberikan performa terbaik dan meraih hasil maksimal, sekaligus membuktikan bahwa talenta dari daerah mampu berbicara banyak di kancah nasional.
Prestasi SDES RAPPZYY ini juga menjadi bukti nyata bahwa e-sports bukan sekadar hobi atau permainan belaka, melainkan sebuah cabang olahraga yang menuntut ketangkasan berpikir, kerjasama tim, dan ketahanan mental. Dengan dukungan dari aparat penegak hukum dan instansi terkait, diharapkan masa depan olahraga elektronik di tanah air semakin berkembang pesat, menjadi wadah bagi anak muda untuk berkreasi sekaligus menjauhkan diri dari aktivitas negatif. Seluruh mata kini tertuju pada Jakarta, menanti aksi lanjutan dari tim kebanggaan Kota Batu di panggung utama Kapolri Cup 2026 mendatang.
