Friday, 14 August 2026
BREAKING
BERITA

Tiga Defisit Landa Indonesia, Bank Mandiri Dorong Masuknya Investasi Asing

Oleh Emanuel August 14, 2026 56 minutes lalu 0 komentar

Indonesia tengah menghadapi tantangan ekonomi berupa triple defisit, sebuah kondisi yang membutuhkan suntikan dana segar dari investor asing. Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menyoroti urgensi ini dan menekankan perlunya strategi untuk menarik investasi guna memulihkan stabilitas keuangan negara.

Menurut Andry Asmoro, defisit yang dialami Indonesia mencakup tiga sektor krusial, yang jika dibiarkan berlarut-larut dapat menggerus fundamental ekonomi. “Kita menghadapi tiga defisit sekaligus, dan ini membutuhkan perhatian serius. Solusi utamanya adalah bagaimana kita bisa menarik lebih banyak investasi dari luar,” ujar Andry dalam sebuah keterangan yang diterima pada Selasa (28/5/2024).

Tiga defisit yang dimaksud meliputi defisit primer, defisit neraca berjalan, dan defisit anggaran. Defisit primer terjadi ketika penerimaan negara tidak mencukupi untuk membiayai belanja negara di luar pembayaran bunga utang. Sementara itu, defisit neraca berjalan menunjukkan bahwa nilai impor suatu negara lebih besar daripada nilai ekspornya. Ketiga kondisi ini secara kolektif menciptakan tekanan signifikan pada keuangan negara.

Andry menjelaskan lebih lanjut bahwa akumulasi dari ketiga defisit ini berpotensi memperburuk posisi utang Indonesia. “Jika kita tidak segera bertindak, utang kita akan terus membengkak. Ini tentunya akan menjadi beban bagi generasi mendatang,” tambahnya. Bank Mandiri sendiri, sebagai salah satu institusi keuangan terbesar di Indonesia, memiliki pandangan strategis terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.

Lebih lanjut, Andry mengemukakan bahwa untuk mengatasi kondisi ini, Indonesia perlu berupaya keras dalam meningkatkan iklim investasi. Hal ini mencakup perbaikan regulasi, kemudahan berusaha, dan kepastian hukum bagi para investor. “Pemerintah perlu menciptakan lingkungan yang kondusif agar investor merasa aman dan tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Potensi ekonomi kita sebenarnya sangat besar, namun perlu dioptimalkan melalui kebijakan yang tepat,” tegasnya.

Investasi asing yang masuk diharapkan tidak hanya sekadar menambah pundi-pundi devisa, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing industri dalam negeri. Dengan demikian, Indonesia dapat keluar dari jebakan triple defisit dan bergerak menuju stabilitas ekonomi yang lebih kuat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp