Barron Trump, putra bungsu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menjadi subjek tayangan televisi Iran yang menampilkan imbalan besar bagi siapa pun yang dapat membahayakan dirinya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru terkait keamanan keluarga presiden.
Dalam siaran yang ditayangkan oleh IRINN (Islamic Republic of Iran News Network), sebuah stasiun televisi yang dikelola negara, Barron Trump disebut sebagai target dengan tawaran hadiah sebesar 15 juta dolar AS, yang setara dengan sekitar Rp177 miliar.
Tayangan tersebut, yang diungkapkan oleh Middle East Media Research Institute (MEMRI) pada Senin (15/1/2024), menampilkan cuplikan dari sebuah program berita di IRINN. Program ini secara eksplisit mengaitkan Barron Trump dengan ancaman yang ditujukan kepadanya, disertai dengan nominal imbalan yang menggiurkan.
Menurut laporan MEMRI, narasi dalam tayangan tersebut mengklaim bahwa Barron Trump merupakan bagian dari sebuah kelompok yang disebut sebagai “kelompok Zionis”. Pernyataan ini kemungkinan merujuk pada narasi yang sering digunakan dalam media Iran untuk mengkritik kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang dianggap pro-Israel.
Keberadaan ancaman semacam ini di media pemerintah Iran menjadi sorotan tajam. Laporan MEMRI secara spesifik menyebutkan bahwa tayangan tersebut mengutip pernyataan dari “seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya” di Iran. Pejabat tersebut dikabarkan mengatakan, “Siapa pun yang dapat membahayakan Barron Trump akan mendapat imbalan 15 juta dolar AS.”
Meskipun belum ada tanggapan resmi dari Gedung Putih atau perwakilan keluarga Trump mengenai tayangan ini, insiden tersebut menambah daftar panjang ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Ancaman yang disiarkan secara terbuka oleh media pemerintah negara lain terhadap anggota keluarga presiden Amerika Serikat merupakan perkembangan yang serius dan berpotensi meningkatkan eskalasi dalam hubungan bilateral kedua negara.
