Monday, 20 July 2026
BREAKING
BERITA

Tantangan Instagram Memicu Tawuran Maut di Koja, Tiga Pelaku Pembacokan Remaja Diringkus

Oleh Emanuel July 20, 2026 18 hours lalu 0 komentar

Tiga orang pelaku tawuran yang berujung pada pembacokan seorang remaja di Koja, Jakarta Utara, berhasil diringkus oleh pihak kepolisian. Peristiwa tragis ini dipicu oleh sebuah tantangan yang beredar di media sosial Instagram. Hingga kini, satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP H. K. R. Sirait menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan mendalam setelah laporan kejadian diterima. “Kami berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku tawuran yang menyebabkan korban berinisial AR (16) mengalami luka bacok,” ujar Sirait pada Rabu (23/08/2023).

Menurut keterangan polisi, motif awal dari tawuran tersebut adalah adanya postingan tantangan di akun Instagram. Tantangan ini kemudian berujung pada kesepakatan untuk bertemu di lokasi kejadian, yaitu di Jalan Kembang, Koja, pada Sabtu (19/08/2023) malam.

“Jadi berawal dari sebuah postingan di Instagram, kemudian ada tantangan, dan terjadilah perkelahian tersebut,” ungkap Sirait. Korban AR dilaporkan mengalami luka bacok di bagian punggung dan lengan. Beruntung, nyawa korban berhasil diselamatkan dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif.

Dalam proses penangkapan, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam jenis celurit yang diduga digunakan oleh para pelaku untuk melakukan pembacokan. “Barang bukti yang kami amankan berupa satu unit senjata tajam jenis celurit,” tambah Sirait.

Ketiga pelaku yang berhasil diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polres Metro Jakarta Utara. Polisi masih terus berupaya memburu satu pelaku lain yang identitasnya sudah diketahui dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpancing provokasi yang dapat berujung pada tindakan kekerasan. Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait