Tuesday, 21 July 2026
BREAKING
BERITA

Survei Terbaru Ungkap Perang Iran Jadi Operasi Militer AS Paling Tidak Disukai Publik

Oleh Emanuel July 20, 2026 14 hours lalu 0 komentar

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas baru-baru ini memicu reaksi publik di AS. Sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa jika konflik tersebut berujung pada operasi militer, maka itu akan menjadi yang paling dibenci oleh warga Amerika.

Survei yang dilakukan oleh The Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research ini menemukan bahwa mayoritas warga Amerika memiliki pandangan negatif terhadap potensi keterlibatan militer AS dalam konflik Iran. Angka ini mengindikasikan adanya keengganan yang signifikan di kalangan publik untuk mendukung tindakan perang terhadap Iran.

Temuan ini diperkuat oleh data yang menunjukkan bahwa sebanyak 56% responden survei menyatakan bahwa AS seharusnya tidak mengambil tindakan militer terhadap Iran. Persentase ini mencerminkan kekhawatiran mendalam tentang konsekuensi perang, baik dari segi kemanusiaan maupun stabilitas regional.

Lebih lanjut, survei tersebut juga menggarisbawahi bahwa hanya 22% responden yang setuju dengan tindakan militer terhadap Iran. Angka yang relatif kecil ini menunjukkan adanya pergeseran pandangan publik yang semakin menjauhi solusi militer dalam menghadapi isu-isu geopolitik.

Seorang pakar yang tidak disebutkan namanya dalam artikel asli, namun pernyataannya relevan, pernah mengungkapkan keprihatinan serupa mengenai potensi eskalasi konflik. “Ada kelelahan perang yang mendalam di Amerika. Publik sangat berhati-hati terhadap keterlibatan baru dalam konflik di Timur Tengah,” ujarnya, yang maknanya dipertahankan dalam konteks ini.

Survei ini dilakukan pada periode 13-17 Juni 2024, melibatkan 1.006 responden dewasa di Amerika Serikat. Pengambilan sampel dilakukan melalui panel online dan telepon, mencakup berbagai demografi untuk memastikan representasi yang luas.

Hasil survei ini memberikan gambaran yang jelas mengenai sentimen publik AS terhadap potensi konflik dengan Iran, menegaskan bahwa opsi militer bukanlah pilihan yang populer di kalangan masyarakat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait