Friday, 17 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Sulit Tidur? Jangan Lirik Jam, Lakukan Ini Agar Lebih Rileks

Oleh Heni Maulidya July 17, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Bagi sebagian orang, malam hari justru menjadi panggung kegelisahan. Ketika mata enggan terpejam, jam dinding atau jam weker seolah menjadi musuh yang terus menghitung mundur menuju pagi. Pikiran tentang kurangnya jam tidur seringkali justru memicu stres, memperburuk kondisi insomnia.

Fenomena ini dikenal sebagai ‘kehilangan tidur karena memikirkan hilangnya tidur’. Para ilmuwan tidur telah lama mengamati bagaimana kekhawatiran berlebihan terhadap waktu dapat memperparah masalah tidur. Ini bukan akar penyebab utama insomnia, namun dapat membuatnya semakin buruk.

Bayangkan saja, masalah kecil yang mengganggu tidur Anda. Kemudian, Anda terjebak dalam siklus mengkhawatirkan jam, tidur yang buruk, dan kelelahan di siang hari. Akibatnya, Anda mulai merasa enggan menghadapi waktu tidur, karena tahu siklus serupa akan terulang. Kondisi ini bahkan bisa mendorong penggunaan obat tidur, yang memiliki risiko kesehatan tersendiri.

Sebuah studi pada tahun 2023 menemukan bahwa ‘perilaku memantau waktu’, atau yang lebih umum disebut kebiasaan melirik jam, dapat mendorong orang untuk mengonsumsi obat tidur yang sebenarnya tidak mereka perlukan.

Lantas, apa yang bisa dilakukan sebagai gantinya? Para ahli tidur merekomendasikan beberapa strategi efektif.

Salah satu saran utama adalah menyembunyikan jam. Penulis studi tersebut menyarankan untuk berjanji pada diri sendiri agar tidak melihat waktu. Balikkan jam, tutupi layarnya, atau jika Anda menggunakan ponsel, letakkan di luar jangkauan. Ingat, jika alarm belum berbunyi, itu berarti masih malam. Itu saja informasi yang perlu Anda ketahui.

Mungkin Anda khawatir tidak tahu berapa jam Anda tidur. Namun, perlu diingat, bahkan dengan jam pun, penghitungan jam tidur tidak selalu akurat. Jam-jam yang Anda kira terjaga sepenuhnya, seringkali Anda hanya mengambang antara sadar dan tertidur, mendapatkan lebih banyak istirahat daripada yang Anda sadari.

Jika Anda menggunakan pelacak tidur seperti jam tangan pintar atau fitness tracker, perhatikan datanya hanya jika itu membantu. Jika data pagi hari justru membuat Anda cemas, cobalah hentikan kebiasaan ini. Pelacak tidur pun tidak selalu 100% akurat. Anda bisa merasa lebih lelah jika berpikir tidur Anda buruk, padahal sebenarnya tidak.

Alih-alih terpaku pada angka, fokuslah pada relaksasi. Sebuah pemikiran yang menenangkan di malam yang panjang adalah bahwa relaksasi, bahkan saat terjaga, hampir sama baiknya dengan tidur. Tutup mata Anda, tenangkan pikiran, dan yakinkan diri bahwa ini adalah apa yang dibutuhkan tubuh Anda saat ini.

Relaksasi semacam ini dapat memberikan manfaat mirip meditasi. Ada hipotesis bahwa meditasi memberikan beberapa manfaat tidur. Terlepas dari kebenarannya, ini adalah pemikiran yang menghibur saat Anda berbaring terjaga di tengah malam. Relaksasi juga merupakan cara terbaik untuk tertidur. Jadi, entah Anda akhirnya tertidur atau tidak, Anda tetap membantu tubuh dan otak dengan menghabiskan sisa malam dengan cara yang menenangkan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait