Mantan pemain legendaris tim nasional Portugal, Luis Figo, melayangkan desakan kuat agar Presiden FIFA, Gianni Infantino, segera mengundurkan diri dari jabatannya. Desakan ini muncul menyusul laporan mengenai dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Infantino, yang berpotensi mencoreng kehormatan organisasi sepak bola dunia tersebut.
Figo secara tegas menyatakan keprihatinannya terhadap integritas FIFA di bawah kepemimpinan Infantino. Ia menilai bahwa dugaan pelanggaran etik yang dilaporkan dapat merusak citra dan kepercayaan publik terhadap badan pengatur sepak bola internasional ini. Pernyataan Figo ini menambah tekanan bagi Infantino yang saat ini tengah menghadapi sorotan tajam.
Laporan terkait dugaan pelanggaran etik Infantino pertama kali diungkap oleh Komite Etik Independen FIFA. Dalam laporannya, komite tersebut merekomendasikan sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama tiga tahun terhadap Infantino. Rekomendasi ini dikeluarkan setelah investigasi mendalam terhadap sejumlah pertemuan antara Infantino dengan Kepala Kejaksaan Agung Swiss, Michael Lauber.
Pertemuan-pertemuan tersebut menimbulkan pertanyaan serius terkait dugaan adanya penyalahgunaan wewenang dan konflik kepentingan. Komite Etik Independen menemukan adanya indikasi bahwa Infantino telah melanggar beberapa pasal dalam kode etik FIFA, termasuk kewajiban bertindak dengan integritas dan memberikan informasi yang benar kepada badan-badan FIFA.
Menanggapi situasi ini, Luis Figo menyatakan, “Saya pikir integritas FIFA harus dijaga. Kita tidak bisa membiarkan hal seperti ini terjadi. Presiden FIFA harus memberikan contoh yang baik bagi dunia sepak bola.” Pernyataan Figo ini mencerminkan kekhawatiran banyak pihak yang menginginkan tata kelola sepak bola yang bersih dan transparan.
Meskipun Infantino membantah tuduhan tersebut dan menyatakan akan mengajukan banding atas rekomendasi sanksi, desakan untuk mundur terus menguat. Kasus ini menjadi ujian berat bagi FIFA untuk membuktikan komitmennya terhadap prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam setiap aspek operasionalnya.
