Strategi Baru PLN: Modifikasi PLTU demi Tekan Pemadaman Listrik

Heni Maulidya

PT PLN (Persero) menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi potensi pemadaman listrik bergilir di masa depan. Perusahaan pelat merah ini berencana melakukan modifikasi atau retrofit pada sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan agar pembangkit mampu mengolah batu bara berkalori rendah. Kebijakan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Kamis (2/7).

Menurut Darmawan, sistem kelistrikan, khususnya di Pulau Jawa, memerlukan penyesuaian teknologi agar lebih fleksibel dalam penggunaan bahan bakar. Ia menekankan bahwa retrofit menjadi solusi krusial bagi operasional pembangkit saat ini.

Keberhasilan modifikasi PLTU Suralaya unit 6 dan 7 menjadi tolok ukur utama bagi PLN. Pembangkit tersebut kini terbukti mampu beroperasi optimal meski menggunakan batu bara dengan kalori sekitar 4.100 hingga 4.300 kcal per kg.

Padahal, spesifikasi awal unit tersebut mensyaratkan batu bara dengan kalori lebih tinggi, yakni di kisaran 4.600 hingga 4.800 kcal per kg. Kesuksesan di Suralaya inilah yang mendorong PLN melakukan kajian kelayakan serupa untuk seluruh pembangkit mereka.

Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan ketersediaan pasokan energi nasional. Saat ini, produksi batu bara di Indonesia didominasi oleh jenis kalori rendah, sementara pasokan untuk kalori menengah cenderung semakin menipis.

Ketimpangan pasokan atau mismatch tersebut sempat menjadi pemicu terjadinya pemadaman listrik bergilir pada pertengahan Juni 2026 lalu. PLN berkomitmen untuk terus membenahi infrastruktur agar ketergantungan pada batu bara kalori menengah tidak lagi menjadi kendala operasional.

Darmawan meyakini bahwa modifikasi teknologi ini adalah solusi jangka panjang yang paling rasional. Dengan menyelaraskan spesifikasi pembangkit dan ketersediaan sumber daya di dalam negeri, pasokan listrik nasional diharapkan akan menjadi jauh lebih stabil.

Hingga kini, proses kajian kelayakan masih terus berjalan secara intensif di berbagai lokasi pembangkit. PLN berharap langkah retrofit ini dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memastikan pelayanan listrik kepada masyarakat tetap terjaga dengan baik.

Upaya ini menegaskan posisi PLN dalam menanggapi dinamika pasar energi global dan lokal. Transformasi teknis di lapangan menjadi prioritas agar kendala teknis serupa tidak lagi mengganggu kestabilan suplai listrik ke rumah-rumah warga maupun sektor industri.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All