Assen, Belanda – Perubahan regulasi signifikan di ajang MotoGP mulai menunjukkan dampak positifnya, khususnya terkait keselamatan pembalap di garis start. Pembalap Trackhouse MotoGP, Raul Fernandez, mengungkapkan bahwa start balapan kini terasa "jauh lebih baik" setelah perangkat holeshot depan dilarang. Keputusan ini, yang mulai berlaku efektif menjelang Grand Prix Belanda akhir pekan ini, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, terutama dalam kondisi balapan yang lebih dingin.
Larangan penggunaan perangkat holeshot depan diberlakukan dengan segera setelah serangkaian insiden kecelakaan di Tikungan 1 yang kerap melibatkan banyak pembalap dalam beberapa pekan terakhir. Dorna Sports, FIM (Federasi Sepeda Motor Internasional), dan MSMA (Asosiasi Pabrikan Olahraga Motor) mencapai kesepakatan untuk mengeliminasi teknologi ini demi mengurangi risiko tabrakan di awal balapan yang padat. Perangkat holeshot sendiri berfungsi untuk menurunkan bagian depan motor saat pembalap mengerem keras di posisi grid, bertujuan memberikan akselerasi yang lebih baik saat lepas landas.
Fernandez, yang merasakan langsung perubahan ini dalam sesi latihan bebas di Assen, mengakui adanya sensasi yang "aneh" pada awalnya. Ia merasa seolah ada sesuatu yang hilang saat menghentikan motor untuk prosedur start. Namun, pembalap Spanyol itu dengan cepat menyadari manfaat yang lebih besar dari absennya perangkat tersebut, terutama dari aspek keamanan.
"Saya merasa cukup aneh, karena saat saya menghentikan motor [untuk prosedur start], saya pikir ada sesuatu yang hilang," jelas Fernandez pada Jumat di Assen. "Namun, tujuan untuk menghilangkan perangkat depan adalah agar kami tiba di Tikungan 1 dengan kecepatan yang lebih rendah. Saya pikir Anda akan melihat bahwa kami akan tiba dengan kecepatan yang lebih rendah." Tujuan utama dari regulasi ini adalah untuk mengurangi kecepatan agresif di awal balapan, yang seringkali menjadi pemicu kecelakaan beruntun.
Pembalap berusia 23 tahun itu menambahkan bahwa dampak positifnya akan sangat terasa di balapan dengan suhu lintasan yang rendah. "Di sini (Assen) tidak akan menjadi masalah besar, karena dengan suhu panas ini, ketika kami melakukan wheelie dan Anda menyentuh tanah lagi, Anda tidak mengalami penguncian ban depan," katanya. "Namun, di balapan dingin, seperti di Silverstone, mungkin itu adalah momen kritis. Jadi, ada keseimbangan." Kondisi dingin seringkali membuat ban sulit mencapai suhu kerja optimal, meningkatkan risiko selip dan kecelakaan saat pengereman mendadak.
Lebih lanjut, Fernandez merasa kontrol pengereman untuk masuk ke Tikungan 1 jauh lebih baik tanpa perangkat holeshot. Sebelumnya, pembalap harus mengerem hanya untuk melepaskan penguncian perangkat depan, yang membatasi kemampuan mereka untuk mengatur jalur. "Sejujurnya, ini jauh lebih baik," tambahnya. "Anda bisa mengendalikan rem lebih banyak, karena Anda merasa suspensi depan bekerja. Sebelumnya, Anda mengerem hanya untuk melepaskan [membuka kunci] perangkat depan. Sekarang, Anda bisa mengerem untuk mempersiapkan jalur Anda."
Larangan holeshot device ini bukan kali pertama MotoGP melakukan intervensi terhadap perangkat penurun ketinggian. Sebelumnya, perangkat holeshot belakang atau ride-height device juga telah dilarang untuk musim balap 2023. Perangkat-perangkat ini, meskipun memberikan keuntungan akselerasi, juga menambah kompleksitas pada motor dan memicu kekhawatiran akan peningkatan kecepatan yang tidak terkendali, terutama di fase-fase krusial balapan seperti start. Keputusan ini mencerminkan komitmen Dorna dan FIM untuk menyeimbangkan inovasi teknologi dengan prioritas keselamatan pembalap.
Tanpa bantuan teknologi canggih ini, skill individu pembalap dalam mengelola gas, kopling, dan keseimbangan motor akan kembali menjadi faktor penentu utama keberhasilan start. Sesi latihan start tambahan yang diselenggarakan pada dua sesi latihan bebas di Assen pada Jumat lalu adalah upaya untuk membantu para pembalap beradaptasi dengan prosedur start yang baru. Hal ini memberikan kesempatan bagi setiap pembalap untuk memahami dan menguasai teknik start tanpa perangkat yang sebelumnya sangat diandalkan.
Di luar adaptasi teknis, Raul Fernandez juga menunjukkan performa impresif di Assen, mengakhiri latihan Jumat di posisi kedua secara keseluruhan, hanya kalah dari pembalap Aprilia pabrikan, Marco Bezzecchi. Hasil ini cukup mengejutkan mengingat kondisi fisiknya. Fernandez sebelumnya sempat mengkhawatirkan kondisinya setelah menderita radang usus buntu (appendicitis) selama Grand Prix Ceko pekan lalu. Namun, ia menyatakan merasa jauh lebih baik pada Jumat di Assen, menunjukkan daya tahan dan fokusnya di tengah tantangan kesehatan.
Perubahan regulasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga dapat membuat balapan menjadi lebih menarik dengan mengembalikan penekanan pada kemampuan murni pembalap. Dengan dinamika start yang berbeda, Grand Prix Belanda dan balapan-balapan selanjutnya akan menjadi saksi bagaimana para pembalap beradaptasi dan strategi tim berubah dalam menghadapi era baru MotoGP tanpa holeshot device.











