Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, kembali mengemban amanah internasional. Beliau ditunjuk sebagai Ketua Bersama (Co-Chair) untuk Pengisian Kembali Dana ke-22 (22nd Replenishment) International Development Association (IDA), sebuah lembaga di bawah Bank Dunia yang berfokus pada pendanaan negara-negara miskin.
Penunjukan ini menegaskan kepercayaan Bank Dunia terhadap kepemimpinan dan pengalaman Sri Mulyani dalam mengelola isu-isu keuangan global, khususnya yang berkaitan dengan negara-negara berpenghasilan rendah. IDA berperan krusial dalam menyediakan bantuan keuangan lunak, hibah, dan pinjaman dengan bunga rendah untuk mendukung pembangunan di negara-negara yang paling membutuhkan.
Sebagai Ketua Bersama, Sri Mulyani akan memimpin upaya penggalangan dana yang ditujukan untuk mendukung program-program pembangunan di negara-negara miskin selama periode 2020-2023. Proses pengisian kembali dana IDA ini melibatkan negosiasi dan komitmen dari negara-negara donor untuk menyediakan sumber daya finansial yang diperlukan.
Dalam pidato pembukaannya pada Sidang Tahunan International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia di Bali pada Oktober 2018, Sri Mulyani telah menyuarakan pentingnya penguatan peran IDA. “IDA memainkan peran yang sangat penting dalam membantu negara-negara miskin untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” ujar Sri Mulyani saat itu.
Kepemimpinan Sri Mulyani dalam forum ini diharapkan dapat mendorong negara-negara donor untuk meningkatkan komitmen pendanaan mereka. Penguatan IDA menjadi krusial mengingat tantangan pembangunan yang dihadapi negara-negara miskin semakin kompleks, termasuk dampak perubahan iklim, krisis kesehatan global, dan ketidakstabilan ekonomi.
Peran ini menempatkan Sri Mulyani di garda terdepan dalam upaya global untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di negara-negara berpenghasilan rendah. Penunjukannya sebagai Ketua Bersama IDA merupakan sebuah pengakuan atas rekam jejaknya yang cemerlang di kancah internasional dan kemampuannya dalam memobilisasi sumber daya untuk pembangunan.
