SpaceX, perusahaan antariksa yang dipimpin oleh Elon Musk, berencana untuk meningkatkan konstelasi satelit internet Starlink secara drastis. Ambisinya kini membidik penempatan 100.000 satelit di orbit Bumi, sebuah lompatan besar dari rencana awal yang hanya mencapai 10.000 unit.
Pembaruan rencana besar-besaran ini diungkapkan oleh Elon Musk sendiri melalui platform media sosial X pada hari Kamis (23/5/2024). Peningkatan skala ini menggarisbawahi komitmen SpaceX untuk memperluas jangkauan dan kapasitas layanan internet satelit Starlink secara global.
βIni adalah peningkatan besar-besaran dari rencana awal kami,β ujar Musk dalam unggahannya. Ia menambahkan bahwa jumlah satelit yang awalnya ditargetkan sebanyak 10.000 unit kini diperluas menjadi 100.000 unit. Rencana ambisius ini, jika terealisasi, akan menjadikan Starlink sebagai konstelasi satelit terbesar yang pernah ada.
Sebelumnya, SpaceX telah berhasil meluncurkan ribuan satelit Starlink ke orbit. Data per Februari 2024 menunjukkan bahwa lebih dari 6.000 satelit Starlink telah mengorbit Bumi. Jaringan satelit ini dirancang untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur darat tradisional, termasuk daerah pedesaan dan terpencil.
Dengan penambahan puluhan ribu satelit baru, SpaceX berharap dapat meningkatkan kualitas layanan, mengurangi latensi, dan memperluas cakupan Starlink ke lebih banyak pengguna di seluruh dunia. Skala operasi yang masif ini tentu akan menuntut inovasi lebih lanjut dalam teknologi peluncuran, manajemen lalu lintas orbital, dan penanganan sampah antariksa.
Meskipun detail teknis dan jadwal pasti untuk peluncuran puluhan ribu satelit tambahan ini belum diungkapkan secara rinci, pengumuman dari Elon Musk ini menandai babak baru dalam evolusi Starlink dan ambisi SpaceX dalam mendominasi pasar internet satelit global.
