Solusi E-reader Idaman: Bookshop.org Pastikan Dukungan Kobo Hadir Tahun Ini

Herfansyah

Penggemar e-reader yang ingin mendukung toko buku independen kini punya kabar gembira. Bookshop.org, pesaing Amazon yang berfokus pada pemberdayaan toko buku lokal, mengonfirmasi bahwa dukungan untuk e-reader Kobo akan segera hadir tahun ini. Sebelumnya, integrasi ini sempat mengalami penundaan.

Kobo, e-reader dari Rakuten, dikenal sebagai perangkat yang ideal untuk membaca digital berkat layar e-ink dan daya tahan baterai yang lama. Namun, selama ini, pembelian buku digital untuk Kobo yang mendukung toko buku lokal terbilang rumit. Pengguna harus mendaftar melalui situs web toko buku yang bersangkutan, metode yang kini kian jarang ditemui.

Banyak pengguna Kobo mendambakan kemudahan membeli e-book langsung dari toko buku favorit mereka tanpa harus memiliki salinan fisik. Kebutuhan akan perangkat baca yang nyaman, terutama di luar ruangan, membuat e-reader tetap diminati dibandingkan tablet atau ponsel.

Solusi yang dinantikan adalah kemitraan antara Bookshop.org dan Kobo. Kemitraan ini awalnya dijanjikan meluncur pada 2025, kemudian mundur ke 2026. Sempat ada kekhawatiran integrasi ini akan tertunda tanpa batas waktu.

Perubahan pada laman Bookshop.org yang mengganti "2026" menjadi "suatu saat di masa depan" memicu pertanyaan. Setelah dikonfirmasi, Andy Hunter, pendiri dan CEO Bookshop.org, memberikan pernyataan terbaru. Ia memastikan progres signifikan telah tercapai.

"Integrasi Kobo adalah hal yang diinginkan Kobo dan Bookshop.org," ujar Hunter dalam balasan email. Ia menjelaskan kendala utama terletak pada aspek bisnis dan teknis, khususnya terkait manajemen hak digital (DRM) yang harus sesuai dengan ketentuan penerbit.

Hunter menambahkan, timnya sempat fokus pada pengembangan aplikasi seluler mereka yang baru diluncurkan sekitar 15 bulan lalu. Kini, perhatian kembali diarahkan pada dukungan Kobo. Meskipun belum ada tanggal peluncuran pasti, Hunter optimistis kolaborasi ini akan terwujud.

"Kami telah mencapai kesepakatan bisnis dengan Kobo, dan kami yakin kolaborasi ini akan terjadi. Namun, kami belum bisa menjanjikan tanggal spesifik hingga pekerjaan rekayasa lebih lanjut," jelasnya.

Bookshop.org sendiri telah menjual e-book melalui aplikasi mobile mereka untuk iOS dan Android. Bagi pengguna Kobo yang tidak ingin menunggu, alternatif lain adalah menggunakan e-reader berbasis Android seperti Boox atau Meebook yang mendukung Google Play Store. Ini memungkinkan pengunduhan aplikasi Bookshop.org.

Meskipun demikian, harapan besar tetap tertuju pada realisasi integrasi Bookshop.org dan Kobo. Bagi banyak pengguna, termasuk penulis artikel ini, dukungan terhadap toko buku lokal menjadi motivasi utama memilih Kobo. Keberadaan toko buku independen dengan rekomendasi personal dan kecintaan pada literasi patut terus didukung. Diharapkan, Bookshop.org segera dapat memberikan kemudahan bagi jutaan pengguna Kobo di seluruh dunia.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All