Smelter Manyar Gresik Siap Beroperasi September 2026, Serap Konsentrat Freeport Bertahap

Yohanes

PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) di Manyar, Gresik, Jawa Timur, akan memulai kembali operasinya pada September 2026. Fasilitas ini direncanakan akan mulai mengolah konsentrat tembaga secara bertahap, menandai langkah penting dalam penguatan hilirisasi mineral nasional.

Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyatakan bahwa seluruh persiapan operasional smelter berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Peningkatan kapasitas produksi tambang secara bertahap akan menjadi kunci utama dalam memastikan pasokan bahan baku yang stabil untuk fasilitas pengolahan di Gresik.

Menurut Tony, pada kuartal II 2026, tingkat utilisasi operasi tambang ditargetkan meningkat menjadi sekitar 50 persen. Pada fase ini, seluruh konsentrat yang dihasilkan masih dapat diserap sepenuhnya oleh smelter PT Smelting yang sudah ada.

Memasuki kuartal III 2026, PTFI berencana meningkatkan tingkat utilisasi operasi tambang hingga mencapai sekitar 65 persen. Peningkatan kapasitas produksi ini akan mulai menghasilkan surplus konsentrat yang kemudian dapat dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan smelter Manyar yang baru.

Tony Wenas mengonfirmasi bahwa fasilitas pengolahan di Manyar diperkirakan akan mulai mengolah konsentrat pada September 2026. Namun, pada tahap awal operasionalnya, volume pengolahan akan dilakukan secara terbatas. Hal ini sejalan dengan proses peningkatan kapasitas produksi yang dilakukan secara bertahap untuk memastikan efisiensi dan keandalan operasional.

PTFI telah menyusun peta jalan yang jelas untuk peningkatan utilisasi smelter Manyar hingga mencapai kapasitas penuh. Targetnya, hingga akhir tahun 2026, tingkat utilisasi smelter akan berada pada level 65 persen. Selanjutnya, utilisasi ditargetkan meningkat menjadi 75 persen pada akhir semester I 2027. Peningkatan ini akan terus berlanjut hingga smelter mencapai kapasitas operasional 100 persen pada akhir semester II 2027.

Peningkatan kapasitas smelter Manyar memiliki signifikansi strategis dalam mendukung agenda hilirisasi mineral yang menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia. Dengan beroperasinya fasilitas pengolahan berskala besar ini, kapasitas pengolahan konsentrat tembaga di dalam negeri akan mengalami peningkatan yang substansial.

Dampak positif dari beroperasinya smelter Manyar tidak hanya terbatas pada peningkatan nilai tambah sumber daya mineral nasional, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menciptakan industri pengolahan yang kuat dan mandiri di dalam negeri.

Proyek smelter Manyar sendiri merupakan bagian dari komitmen PTFI untuk melakukan hilirisasi produk pertambangan. Pembangunan fasilitas ini telah melalui berbagai tahapan, termasuk studi kelayakan, perizinan, dan konstruksi. Pilihan lokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik dipilih karena infrastruktur yang memadai dan akses logistik yang baik.

Pembangunan smelter ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru yang signifikan, baik selama masa konstruksi maupun saat operasional. Selain itu, kehadiran smelter berskala internasional ini diharapkan dapat mendorong perkembangan industri pendukung di sekitarnya, menciptakan ekosistem industri yang lebih kuat.

Sebelumnya, fasilitas Smelter PT Freeport Indonesia di KEK Gresik sempat mengalami insiden kebakaran pada Senin, 14 Oktober 2024. Berdasarkan informasi yang dirilis, fasilitas tersebut direncanakan mulai beroperasi kembali pada akhir Juni 2025 dan secara bertahap akan mencapai tingkat produksi 100 persen pada akhir tahun 2025. Target baru yang disampaikan oleh Tony Wenas ini menunjukkan penyesuaian jadwal operasional yang lebih terperinci.

Kapasitas smelter Manyar sendiri dirancang untuk mengolah konsentrat tembaga dengan target pemurnian mencapai 99,99 persen tembaga katoda. Selain tembaga, smelter ini juga akan menghasilkan produk sampingan berharga seperti emas dan perak, yang semakin meningkatkan nilai ekonomis dari pengolahan sumber daya alam.

Dengan kapasitas pengolahan yang masif, smelter Manyar diharapkan dapat menjadi pemain kunci dalam pasar tembaga global. Hal ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen tembaga terkemuka di dunia, sekaligus menjadi hub pengolahan mineral di kawasan Asia Tenggara.

Keberhasilan PTFI dalam menyelesaikan dan mengoperasikan smelter Manyar ini menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap pengembangan industri pertambangan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara industri maju berbasis sumber daya alam yang dikelola secara optimal.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All