Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kini memiliki fasilitas toilet baru yang memungkinkan para astronaut untuk mengubah urine dan cairan tubuh lainnya menjadi air minum. Fasilitas canggih ini merupakan bagian dari sistem pendukung kehidupan yang krusial untuk keberlangsungan misi di luar angkasa.
Dengan sistem ini, setiap hari, para astronaut di ISS dapat memproduksi sekitar 9,5 liter air minum dari cairan tubuh yang didaur ulang. Proses ini melibatkan teknologi mutakhir untuk menyaring dan memurnikan urine, keringat, serta uap napas menjadi air yang aman dikonsumsi. Kebutuhan air bersih di lingkungan luar angkasa sangatlah vital, mengingat setiap tetesnya harus dibawa dari Bumi dengan biaya yang sangat mahal.
Kepala program sistem pendukung kehidupan NASA, Niki Werkheiser, menjelaskan bahwa sistem ini telah mengalami peningkatan signifikan dari versi sebelumnya. “Sistem ini adalah salah satu dari dua sistem pendukung kehidupan utama yang menopang kru di ISS,” ungkap Werkheiser. Ia menambahkan bahwa sistem sebelumnya hanya mampu mendaur ulang sekitar 60% dari total air yang ada di ISS, sementara sistem baru ini berhasil meningkatkan efisiensi daur ulang hingga 80-85%.
Peningkatan efisiensi ini sangat berarti, terutama untuk misi jangka panjang seperti rencana perjalanan ke Mars. Dengan lebih banyak air yang dapat didaur ulang, kebutuhan untuk membawa suplai air dari Bumi dapat dikurangi secara drastis. Hal ini juga memungkinkan para astronaut untuk memiliki lebih banyak air untuk keperluan lain seperti kebersihan pribadi.
Fasilitas toilet baru ini, yang telah diuji coba sejak tahun 2018, merupakan sebuah lompatan teknologi yang signifikan. Sistem ini bekerja dengan cara menyaring air dari urine menggunakan sistem distilasi yang dipanaskan. Uap air yang dihasilkan kemudian dikumpulkan dan melalui serangkaian proses penyaringan, termasuk penggunaan katalis dan filter karbon, untuk menghilangkan kontaminan dan bau. Hasil akhirnya adalah air yang sangat murni dan aman untuk diminum.
Sebelumnya, kebutuhan air minum astronaut di ISS sebagian besar dipenuhi dengan membawa suplai dari Bumi atau melalui hasil daur ulang dari sistem yang kurang efisien. Dengan adanya toilet canggih senilai USD 23 juta atau sekitar Rp 416 miliar ini, kemandirian ISS dalam memenuhi kebutuhan air bersih semakin meningkat. Ini adalah bukti nyata inovasi teknologi yang terus dikembangkan untuk memungkinkan eksplorasi ruang angkasa yang lebih ambisius di masa depan.
