Pihak berwenang Thailand berhasil membongkar sindikat penjualan ilegal obat penurun berat badan berupa pena suntik. Penggerebekan yang dilakukan di sebuah rumah kontrakan mengungkap peredaran produk kesehatan tanpa izin dengan nilai fantastis mencapai 26 miliar Rupiah.
Operasi penegakan hukum ini menyasar peredaran obat-obatan yang diklaim efektif untuk menurunkan berat badan namun tidak memiliki legalitas resmi. Tim gabungan menemukan sejumlah besar barang bukti yang diperkirakan bernilai miliaran rupiah, menegaskan skala operasi sindikat tersebut.
Menurut keterangan resmi, penggerebekan dilakukan pada hari Selasa, 16 April 2024. Tim investigasi berhasil mengamankan barang bukti berupa pena suntik penurun berat badan ilegal yang siap diedarkan. Nilai total dari sitaan ini diperkirakan mencapai sekitar 50 juta Baht Thailand, yang setara dengan Rp26 miliar.
Dalam penggerebekan tersebut, pihak kepolisian juga mengamankan seorang tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan distribusi obat-obatan ilegal ini. Tersangka yang identitasnya belum dirilis ini diduga berperan penting dalam operasional sindikat tersebut.
Kepala Polisi Somsak Songsua menegaskan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberantas peredaran obat-obatan ilegal yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat. “Kami berkomitmen untuk melindungi warga dari produk kesehatan yang tidak aman dan tidak berizin,” ujar Somsak Songsua dalam konferensi pers yang digelar di lokasi penggerebekan.
Pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan sindikat ini secara keseluruhan, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam produksi maupun distribusi obat kurus ilegal tersebut. Barang bukti yang disita akan diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui komposisi dan potensi bahaya bagi konsumen.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam memilih produk kesehatan, terutama yang menawarkan hasil instan atau dijual melalui jalur yang tidak resmi. Penggunaan obat-obatan ilegal tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius.
