Saturday, 25 July 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Siklus 20.000 Tahun Ubah Sahara: Dari Gurun Tandus Menjadi Sabana Hijau

Oleh Herfansyah July 25, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Para ilmuwan telah mengungkap fakta mengejutkan mengenai Gurun Sahara. Wilayah yang dikenal tandus ini ternyata tidak selalu demikian. Setiap sekitar 20.000 tahun, Sahara mengalami siklus perubahan dramatis, bertransformasi dari gurun gersang menjadi lanskap yang subur dan kaya kehidupan.

Perubahan ini dipicu oleh pergeseran orbit Bumi yang memengaruhi intensitas sinar matahari yang diterima oleh Afrika Utara. Saat Bumi berada pada posisi tertentu dalam orbitnya, sinar matahari yang lebih kuat memanaskan planet ini, yang kemudian memicu perubahan pola curah hujan.

“Siklus ini, yang dikenal sebagai siklus “hijau” Sahara, telah terjadi selama jutaan tahun,” jelas Dr. David McGee, seorang ahli paleoklimatologi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), dalam sebuah pernyataan. “Setiap siklus berlangsung sekitar 20.000 tahun, dengan periode subur yang berlangsung selama ribuan tahun.”

Selama periode “hijau” ini, gurun yang luas akan berubah menjadi sabana yang dipenuhi vegetasi, sungai, dan danau. Kehidupan hewan pun berkembang pesat. Bukti arkeologis dan paleontologis, seperti penemuan fosil hewan dan lukisan gua prasejarah, mendukung teori ini. Lukisan-lukisan tersebut menggambarkan hewan-hewan seperti kuda nil, singa, dan rusa, yang saat ini tidak mungkin bertahan hidup di lingkungan gurun.

Penelitian terbaru, yang dipublikasikan dalam jurnal Nature, menggunakan data dari sampel inti es dan sedimen untuk merekonstruksi iklim Sahara selama ratusan ribu tahun terakhir. Data ini menunjukkan korelasi yang kuat antara perubahan orbit Bumi dan periode “hijau” di Sahara.

“Memahami siklus ini sangat penting untuk memprediksi perubahan iklim di masa depan,” tambah Dr. McGee. “Ini memberikan gambaran tentang bagaimana lingkungan dapat berubah secara drastis dalam skala waktu geologis, dan bagaimana manusia dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut.”

Meskipun saat ini Sahara berada dalam fase gurun, para ilmuwan memproyeksikan bahwa siklus “hijau” berikutnya diperkirakan akan dimulai dalam beberapa ribu tahun mendatang, kembali mengubah lanskap raksasa ini menjadi surga hijau.

Bagikan: Facebook X WhatsApp