Thursday, 23 July 2026
BREAKING
BERITA

Serangan Houthi di Laut Merah Picu Kepanikan, Dua Tanker Saudi Alihkan Rute

Oleh Emanuel July 23, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Insiden terbaru di Laut Merah kembali mengguncang pasar energi global. Dua tanker minyak milik Arab Saudi dilaporkan mengubah haluan untuk menghindari potensi serangan dari kelompok Houthi Yaman. Peristiwa ini menambah kekhawatiran atas eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, serta dampaknya terhadap pasokan energi dunia.

Ketegangan di kawasan strategis ini semakin memanas pasca serangan militer Amerika Serikat ke sasaran-sasaran di Yaman. Militer AS mengklaim telah menghancurkan tiga kapal cepat Houthi yang berusaha menyerang kapal kargo di Laut Merah pada Minggu (14/1/2024). Juru Bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Angkatan Laut AS, Eric Blankenmeyer, menyatakan, “Kapal-kapal cepat tersebut merupakan ancaman terhadap kapal-kapal komersial dan kapal Angkatan Laut AS di wilayah tersebut.”

Dalam pernyataan terpisah, CENTCOM juga mengonfirmasi bahwa serangan udara AS berhasil menghancurkan sejumlah rudal balistik anti-kapal Houthi yang bersiap diluncurkan dari Yaman. Upaya ini dilakukan untuk mencegah serangan lebih lanjut terhadap pelayaran di Laut Merah.

Ancaman dari Houthi terhadap kapal-kapal yang melintasi Laut Merah telah berlangsung sejak November 2023. Kelompok yang didukung Iran ini mengklaim aksinya sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina dan menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Israel. Namun, dampaknya meluas hingga mengganggu rute pelayaran internasional, termasuk kapal-kapal yang tidak memiliki kaitan langsung dengan konflik Israel-Palestina.

Situasi ini telah memicu kenaikan harga minyak dunia. Kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi dari Timur Tengah mendorong investor untuk memburu aset yang lebih aman. Lonjakan harga minyak ini berpotensi memberikan pukulan tambahan bagi perekonomian global yang masih berjuang pulih dari berbagai tantangan.

Keputusan dua tanker Saudi untuk mengalihkan rute menjadi cerminan nyata dari meningkatnya risiko di Laut Merah. Kawasan ini merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, menghubungkan Laut Mediterania dengan Samudra Hindia melalui Terusan Suez. Gangguan di rute ini dapat berdampak signifikan terhadap biaya logistik dan ketersediaan barang di berbagai negara.

Bagikan: Facebook X WhatsApp