Thursday, 30 July 2026
BREAKING
OLAHRAGA

Sepp Blatter Kritik Kebijakan FIFA Era Infantino Terkait Kepemilikan Piala Dunia

Oleh Emanuel July 30, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, melontarkan kritik tajam terhadap rencana badan sepak bola dunia di bawah kepemimpinan Gianni Infantino saat ini. Blatter secara khusus menyoroti niat FIFA untuk menjual saham pada investor terkait sejumlah kompetisi bergengsi, termasuk Piala Dunia.

Menurut Blatter, langkah tersebut bertentangan dengan prinsip dasar FIFA dan berpotensi menggerus nilai historis serta keunikan Piala Dunia. Ia menegaskan bahwa FIFA tidak seharusnya melihat kompetisi sebesar Piala Dunia sebagai aset yang bisa diperjualbelikan layaknya saham perusahaan biasa.

“Piala Dunia bukan milik FIFA. FIFA hanyalah penjaga dan pengelolanya,” ujar Blatter, menekankan bahwa hak kepemilikan sesungguhnya berada pada komunitas sepak bola global. Ia menyuarakan kekhawatiran bahwa komersialisasi yang berlebihan melalui penjualan saham dapat mengorbankan integritas dan semangat kompetisi yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Lebih lanjut, Blatter mengingatkan bahwa FIFA dibentuk untuk melayani olahraga sepak bola, bukan untuk mengejar keuntungan semata melalui transaksi finansial yang berisiko. Ia berpendapat bahwa fokus utama FIFA seharusnya tetap pada pengembangan sepak bola di seluruh dunia, bukan pada upaya mencari dana segar dengan menggadaikan aset terpentingnya.

Kritik Blatter ini muncul di tengah berbagai laporan mengenai potensi FIFA untuk menjajaki kemitraan strategis dengan investor eksternal. Rencana tersebut diduga mencakup penjualan sebagian saham pada hak komersial dari beberapa turnamen besar yang diselenggarakan FIFA. Namun, detail spesifik mengenai nilai saham yang akan dijual atau investor yang dituju masih belum diungkapkan secara resmi oleh pihak FIFA.

Blatter, yang pernah memimpin FIFA selama 17 tahun sebelum mengundurkan diri pada 2015 akibat skandal korupsi, kerap kali bersuara mengenai arah kebijakan badan sepak bola dunia pasca-kepemimpinannya. Pernyataannya kali ini kembali menimbulkan perdebatan mengenai keseimbangan antara komersialisasi dan pelestarian nilai-nilai fundamental dalam pengelolaan sepak bola internasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp