Friday, 17 July 2026
BREAKING
HIBURAN

Selebgram dan Anak Bupati Terjaring Pesta Narkoba di Pekanbaru

Oleh Wibowo July 17, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Pekanbaru, Riau – Sebuah penggerebekan di tempat hiburan karaoke di Kota Pekanbaru, Riau, berujung pada diamankannya 13 orang yang diduga terlibat dalam pesta narkoba. Operasi yang dilakukan aparat berwenang ini menarik perhatian publik, terutama setelah terungkapnya identitas beberapa individu yang turut diamankan.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah selebgram populer berinisial SA. Dengan pengikut lebih dari 200 ribu di Instagram, SA ditangkap bersama rekan-rekannya di lokasi kejadian. Kasus ini semakin ramai diperbincangkan dengan keterlibatan anak seorang pejabat daerah berinisial AF, putra dari salah satu Bupati di Riau, yang juga ikut menjalani pemeriksaan intensif pasca razia tersebut.

Hasil asesmen medis terhadap selebgram SA menunjukkan adanya kandungan zat etomidate dalam tubuhnya. Kepala BNNK Pekanbaru, Wawan, menjelaskan bahwa SA juga memiliki riwayat konsumsi minuman beralkohol yang cukup lama, yaitu selama empat tahun terakhir. Meskipun terbukti positif etomidate dan memiliki riwayat alkohol, SA dikategorikan sebagai pengguna narkotika tingkat ringan. Ia tidak ditemukan terlibat dalam jaringan peredaran narkoba skala besar.

Atas dasar tersebut, BNNK Pekanbaru memutuskan SA wajib menjalani program rehabilitasi rawat jalan sebanyak enam kali pertemuan. Keputusan ini diambil karena status SA yang bukan sebagai pengedar, sehingga perawatan medis dinilai lebih tepat daripada penahanan fisik. Diketahui pula, sebelum tiba di lokasi karaoke, SA sempat membeli minuman keras yang kemudian dinikmati bersama teman-temannya.

Sementara itu, status AF, anak bupati, yang juga tidak ditahan meski hasil tesnya menunjukkan reaksi tertentu, memicu beragam reaksi negatif. Pihak BNN memberikan klarifikasi bahwa AF tidak mengonsumsi ganja secara sengaja. Hasil positif pada tes urinenya disebabkan oleh paparan asap ganja secara pasif dari rekan-rekannya di toilet karaoke. Karena tidak ditemukan bukti sebagai pengguna aktif atau pengedar, AF tidak dilakukan penahanan, melainkan hanya berada di lokasi saat penggunaan narkotika oleh pihak lain terjadi.

Kasus ini menjadi pengingat akan risiko terpapar lingkungan yang berkaitan dengan narkotika. Sekalipun tidak mengonsumsi secara langsung, paparan pasif dapat berujung pada hasil tes positif yang berimplikasi pada urusan hukum dan reputasi sosial.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait