Sejarah Baru di Jakarta: Presiden Belarus Alexander Lukashenko Menginap di Istana Negara

Darus H

Presiden Belarus Alexander Lukashenko mencatatkan sejarah sebagai kepala negara pertama yang menginap di Istana Negara, Jakarta. Momen bersejarah ini terjadi selama kunjungan kenegaraannya pada 1 hingga 2 Juli 2026.

Biasanya, tamu negara yang bermalam di kompleks Istana Kepresidenan diarahkan ke Wisma Negara. Namun, pengecualian diberikan kepada Lukashenko sebagai bentuk penghormatan khusus dari pemerintah Indonesia.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi fakta tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026. Ia menegaskan bahwa belum pernah ada presiden negara lain yang menempati kediaman resmi tersebut sebelumnya.

Menurut Sugiono, kebijakan ini bermula dari permintaan langsung pihak Lukashenko. Pemerintah Indonesia kemudian merespons permintaan tersebut dengan memberikan fasilitas terbaik bagi sang tamu.

Presiden Prabowo Subianto berperan langsung dalam keputusan ini. Awalnya, Lukashenko dijadwalkan menginap di Wisma Negara sesuai prosedur standar.

Namun, Presiden Prabowo menginstruksikan agar Lukashenko dipindahkan ke Istana Negara. Langkah ini diambil karena Presiden menilai Istana Negara jauh lebih representatif untuk menjamu kepala negara sahabat.

Kunjungan Lukashenko ke Jakarta merupakan kunjungan balasan atas lawatan Prabowo ke Belarus pada 15 Juli 2025 lalu. Ini sekaligus menjadi kunjungan kedua bagi Lukashenko setelah lawatan pertamanya pada 2013 silam.

Setibanya di Jakarta pada Rabu, 1 Juli 2026, Lukashenko disambut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Dalam lawatan ini, ia didampingi oleh dua putranya, Dmitry Lukashenko dan Nikolai Lukashenko.

Puncak acara terjadi pada Kamis pagi saat Presiden Prabowo menyambut Lukashenko dalam upacara kenegaraan di Istana Merdeka. Kedua pemimpin negara kemudian menggelar pertemuan bilateral untuk membahas penguatan kerja sama strategis.

Agenda utama pertemuan tersebut adalah peluncuran peta jalan hubungan Indonesia-Belarus. Sugiono menjelaskan bahwa fokus kerja sama meliputi sektor ketahanan pangan, ketahanan energi, serta pembahasan mengenai Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement.

Hubungan kedua negara semakin erat sejak kunjungan Prabowo ke kediaman pribadi Lukashenko di Ozyorny, Belarus, tahun lalu. Saat itu, kedua pemimpin berdiskusi selama tiga jam mengenai perdagangan, komoditas, hingga pemenuhan kebutuhan pupuk.

Undangan yang disampaikan Prabowo saat di Belarus kini terwujud melalui kunjungan kenegaraan tersebut. Momen ini menandai babak baru bagi diplomasi Indonesia dan Belarus yang semakin intensif di berbagai bidang strategis.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All