Jakarta – Sarwendah secara blak-blakan menyatakan harapannya agar perseteruan dengan mantan suami, Ruben Onsu, segera menemukan titik terang. Ibu tiga anak ini kini memprioritaskan fokus pada pekerjaan halal dan kesejahteraan buah hatinya tanpa dibayangi konflik berkepanjangan.
Melalui panggilan video dalam konferensi pers yang didampingi tim kuasa hukumnya pada Senin malam, Sarwendah menegaskan komitmennya untuk mencari nafkah demi masa depan anak-anak. Ia mengaku tak bisa hadir langsung karena padatnya jadwal pekerjaan.
Seluruh urusan hukum diserahkan kepada kuasa hukumnya. Tujuannya agar masalah nafkah dan hak asuh anak dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Sarwendah berharap semua berjalan sesuai kesepakatan awal.
Faktor psikologis dan kenyamanan anak-anak menjadi alasan utama mengapa Sarwendah begitu mendambakan penyelesaian konflik ini. Ia ingin anak-anak tidak lagi terpengaruh oleh drama yang sedang terjadi.
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Sewu, membantah keras tudingan pihak Ruben Onsu yang menyebut kliennya mempersulit pertemuan dengan anak-anak. Menurut Chris, Sarwendah justru selalu aktif menjalin komunikasi dengan Ruben.
Ia menjelaskan bahwa setiap kali Sarwendah mencoba menghubungi, Ruben justru mengarahkan pembicaraan melalui pengacaranya. Hal ini menjadi bukti bahwa Sarwendah tidak pernah menutup jalur komunikasi secara sepihak.
Chris menantang pihak Ruben untuk menyajikan bukti konkret jika memang merasa dipersulit menemui buah hati. Klaim tersebut dianggap tidak berdasar jika hanya mengacu pada kejadian lama.
Pengaturan jadwal anak terkadang bertabrakan dengan agenda pendidikan atau les. Jika Ruben ingin bertemu saat anak sedang berkegiatan, seharusnya bisa dikomunikasikan dengan baik tanpa mengganggu rutinitas anak.
Pembagian harta bersama juga menjadi poin krusial yang diklarifikasi tim hukum Sarwendah. Chris menyebutkan kliennya merasa dirugikan terkait salah satu aset properti yang diberikan pihak Ruben.
Rumah yang diberikan ternyata masih berstatus jaminan di bank dengan utang yang sangat besar. Ruben Onsu adalah pihak yang mengajukan pinjaman tersebut.
Awalnya disepakati pelunasan menjadi tanggung jawab Ruben, namun terjadi perubahan kesepakatan mendadak. Pihak Ruben bahkan meminta uang yang sudah dibayarkan ke bank dikembalikan oleh Sarwendah.
Pihak Sarwendah merasa terpojok ketika di menit terakhir diminta melunasi sisa cicilan secara mandiri. Hal ini memicu ketegangan baru terkait urusan finansial pasca-perceraian.
Sementara itu, pihak Ruben Onsu melalui pengacaranya, Minola Sebayang, menjelaskan alasan Ruben tidak mengirim nafkah selama enam bulan terakhir. Tindakan ini merupakan protes karena merasa dibatasi bertemu anak kandungnya.
Minola juga menyoroti kehadiran Giorgio Antonio, pria yang dikabarkan dekat dengan Sarwendah, dalam lingkungan anak-anak. Ia merasa ironis seorang yang tidak memiliki hubungan darah lebih leluasa berinteraksi dibandingkan ayah kandung.
Pihak Ruben khawatir kurangnya interaksi ayah dan anak akan membuat hubungan menjadi renggang. Mereka menegaskan masalah ini murni tentang hak asuh dan kedekatan emosional, bukan rasa cemburu.
Perbedaan persepsi mengenai cara mendidik dan memberikan akses kepada orang tua semakin memperumit situasi. Ruben berharap mendapatkan porsi waktu yang adil sebagai ayah kandung sesuai perjanjian.
