Sunday, 12 July 2026
BREAKING
HIBURAN

Ruben Onsu Merasa Diasingkan: Hak Ayah Terhambat, Akses Orang Luar Lebih Leluasa?

Oleh Wibowo July 12, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Hubungan Ruben Onsu dan Sarwendah pasca-perpisahan kembali memanas. Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkapkan kekecewaan kliennya yang merasa diperlakukan seperti orang asing saat hendak bertemu anak-anak.

Peristiwa yang memicu kekecewaan ini terjadi saat Ruben menghadiri acara balet yang diikuti sang buah hati. Menurut Minola, Ruben merasa diabaikan dan dipersulit untuk berinteraksi. Ia bahkan harus mengantre di luar ruangan hanya untuk berfoto dengan anaknya sendiri.

Kejadian ini menjadi luka mendalam bagi Ruben yang merasa haknya sebagai ayah kandung tidak terpenuhi. Pihak Ruben juga menyayangkan adanya miskomunikasi saat menunggu anak-anak keluar gedung. Alih-alih bertemu, anak-anak justru diarahkan keluar melalui pintu lain bersama pihak lain.

Minola menegaskan bahwa porsi ayah kandung yang telah disepakati dalam perjanjian seringkali terhambat. Hal ini dianggap kontras dengan keleluasaan yang diberikan kepada orang lain yang tidak memiliki ikatan darah.

Dalam pernyataannya, Minola turut menyentil kedekatan Giorgio Antonio dengan anak-anak Ruben dan Sarwendah. Ia merasa ironis karena sosok yang tidak memiliki hubungan darah justru terlihat memiliki akses lebih mudah dibanding ayah kandungnya.

Minola mengkhawatirkan pola interaksi yang salah ini dapat merusak hubungan ayah dan anak. Ia menegaskan bahwa masalah ini murni demi kepentingan psikologis anak, bukan didasari rasa cemburu.

Poin keberatan utama pihak Ruben Onsu adalah kesulitan mendapatkan waktu berkualitas bersama anak, kesan pengabaian di acara publik, kekhawatiran anak merasa asing, serta kontrasnya akses pertemuan antara ayah kandung dan orang luar.

Pihak Ruben berharap situasi ini tidak berlarut-larut agar ikatan batin antara ayah dan anak tetap terjaga. Minola berpesan agar jangan sampai ayah kandung terasa seperti orang asing, sementara orang asing justru terasa seperti ayah.

Menanggapi hal tersebut, kubu Sarwendah melalui pengacara mereka, Chris Sam Siwu dan Abraham Simon, memberikan bantahan tegas. Mereka membantah keras tuduhan bahwa Sarwendah mempersulit Ruben untuk menemui anak-anak.

Chris menegaskan bahwa Sarwendah tidak pernah menutup akses komunikasi maupun fisik bagi Ruben. Ia mengklaim kliennya memberikan kebebasan kapan saja bagi Ruben jika ingin menjemput atau menghabiskan waktu bersama anak.

Pihak Sarwendah justru mempertanyakan bukti nyata dari tuduhan tersebut. Mereka menyebut selama ini tidak ada permintaan resmi atau pesan singkat dari Ruben yang menunjukkan niat untuk menjemput anak di kediaman Sarwendah.

Perbedaan perspektif ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang tajam mengenai teknis pertemuan anak. Drama mengenai nafkah dan hak asuh anak antara Ruben dan Sarwendah masih terus bergulir di ranah publik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait