Perjalanan Paul Kennedy ke Piala Dunia bukan sekadar tentang mendukung tim favorit atau merasakan atmosfer sepak bola global. Bagi pria 55 tahun asal Fort Myers, Florida, Amerika Serikat, ajang empat tahunan ini adalah alasan untuk melakukan petualangan luar biasa, ditemani oleh sebuah ikon otomotif yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kisahnya: Volkswagen Beetle atau yang lebih akrab disapa VW Kodok. Dengan tampilan unik menyerupai bola sepak raksasa, mobil klasik ini telah menyaksikan sembilan edisi Piala Dunia sejak 1994, menjadikannya saksi bisu sekaligus tunggangan setia sang penggemar sepak bola.
Perjalanan epik Kennedy bersama VW Kodok kesayangannya dimulai menjelang Piala Dunia 1994, ketika Amerika Serikat menjadi tuan rumah. Ide awal untuk mengecat mobil tersebut menyerupai bola sepak berukuran raksasa muncul sebagai bagian dari upaya promosi toko perlengkapan sepak bola miliknya. Namun, gagasan sederhana itu dengan cepat berkembang menjadi sebuah misi pribadi untuk merasakan langsung euforia Piala Dunia di berbagai kota penyelenggara.
Mobil VW Kodok tahun 1974 ini memiliki nilai sentimental yang mendalam bagi Kennedy. Pasalnya, kendaraan tersebut adalah mobil pertamanya, bahkan pernah digunakan saat ia mengikuti ujian mengemudi. Semangat nostalgia inilah yang mendorongnya membawa mobil kesayangannya ke bengkel cat di New Jersey. Di sana, ia meminta agar VW Kodok itu diubah total tampilannya menjadi sebuah bola sepak yang mencolok. Setelah transformasi visual yang menakjubkan itu rampung, Kennedy mulai mencari sponsor untuk mendanai perjalanannya, membuka pintu menuju serangkaian petualangan Piala Dunia yang tak terlupakan.
Sejak Piala Dunia 1994, Kennedy semakin rajin mengikuti turnamen akbar ini. Ia telah menghadiri sembilan edisi Piala Dunia, melintasi berbagai benua dan negara, termasuk Prancis, Jerman, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan sejumlah negara lainnya. Bagi Kennedy, daya tarik Piala Dunia tidak hanya terbatas pada pertandingan di lapangan hijau. Ia sangat menikmati suasana kebersamaan ketika para penggemar dari berbagai penjuru dunia berkumpul, berbagi cerita, dan merayakan kecintaan mereka pada sepak bola.
Perjalanan panjang ini juga membuka cakrawala baru bagi Kennedy, membawanya ke destinasi yang mungkin tidak akan pernah ia kunjungi seandainya bukan karena sepak bola. Salah satu pengalaman paling berkesan adalah kunjungannya ke Afrika Selatan, yang membutuhkan perjalanan udara selama lebih dari 25 jam. Pengalaman-pengalaman semacam inilah yang membentuk pandangannya tentang bagaimana sepak bola dapat menjadi jembatan antarbudaya dan memperkaya perspektif hidup.
Menyongsong Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan bersama di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Kennedy kembali menyiapkan diri untuk sebuah rute perjalanan yang ambisius. Kali ini, agendanya mencakup banyak kota di Amerika Utara, mulai dari Jacksonville, Los Angeles, San Francisco, Seattle, Vancouver, Kansas City, Dallas, Houston, Miami, Atlanta, hingga New York. Rute ini diprediksi akan menempuh jarak yang cukup signifikan, mengingat luasnya wilayah penyelenggaraan.
VW Kodok kesayangan Kennedy sendiri bukanlah kendaraan muda. Odometernya telah mencatat lebih dari 200 ribu mil atau setara dengan lebih dari 321 ribu kilometer. Untuk memastikan mobil klasik ini siap mengarungi perjalanan jarak jauh kembali, Kennedy telah melakukan berbagai perbaikan. Mesin, ban, dan sistem pengereman telah diperbarui agar performanya optimal.
Meskipun telah direkondisi, perjalanan dengan VW Kodok tua tentu memiliki tantangan tersendiri. Kendaraan ini tidak dilengkapi dengan sistem pendingin udara modern, sehingga Kennedy hanya mengandalkan jendela kecil di bagian depan untuk mendapatkan aliran udara selama perjalanan. Namun, ia sengaja mempertahankan nuansa klasik mobil tersebut, karena baginya, sebagian dari keseruan petualangan justru terletak pada sensasi nostalgia yang dihadirkan.
Pengalaman unik Kennedy bersama mobil bola sepak ikoniknya ini tidak luput dari perhatian. Pada Piala Dunia 1994, mobil tersebut bahkan sempat ditandatangani oleh beberapa nama besar sepak bola Amerika Serikat, seperti Tony Meola, Alexi Lalas, dan Marcelo Balboa. Meskipun tanda tangan tersebut memudar seiring waktu, kenangan akan momen tersebut tetap abadi.
Untuk Piala Dunia 2026, Kennedy sangat menantikan kesempatan untuk menyaksikan secara langsung pertandingan tim nasional Amerika Serikat, terutama di kota-kota seperti Los Angeles dan Seattle. Lebih dari sekadar pertandingan, bagi Kennedy, perjalanan ini adalah sebuah perayaan. Perayaan atas sepak bola, nostalgia masa lalu, ikatan keluarga, dan kesempatan tak ternilai untuk bertemu serta berbagi pengalaman dengan sesama penggemar dari seluruh dunia. VW Kodok bergambar bola sepak ini bukan sekadar mobil, melainkan simbol dari semangat petualangan, kecintaan pada olahraga, dan koneksi antarmanusia yang terjalin melalui keindahan permainan sepak bola.











