Saham SpaceX Tergelincir Usai Euforia IPO, Valuasi Triliunan Terancam Menyusut

Herfansyah

Saham perusahaan antariksa swasta SpaceX (SPCX.O) dilaporkan mengalami penurunan signifikan, melorot lebih dari 6 persen pada Kamis (18/6). Penurunan ini terjadi setelah euforia awal pasca-penawaran umum perdana (IPO) mereda, yang sempat menempatkan perusahaan milik miliarder Elon Musk ini di jajaran lima perusahaan paling bernilai di dunia.

Perdagangan saham SpaceX pada Kamis sore waktu setempat tercatat turun 6,5 persen menjadi US$178,50 per saham. Angka ini merupakan kelanjutan dari pelemahan hampir 5 persen yang sudah terjadi pada sesi perdagangan sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan, harga saham tersebut masih berada 30 persen di atas harga penawaran perdana yang ditetapkan sebesar US$135.

Jika tren penurunan ini terus berlanjut, nilai pasar SpaceX yang sempat menyentuh angka fantastis US$2,52 triliun berpotensi menyusut lebih dari US$150 miliar. Analis IPOX Schuster, Kat Liu, menyatakan bahwa aksi ambil untung oleh investor setelah lonjakan awal adalah fenomena yang wajar terjadi.

"Mengingat besarnya skala IPO dan kinerja awal yang kuat, tidak mengherankan jika terjadi aksi ambil untung dalam skala tertentu," ujar Liu, mengutip laporan dari Reuters.

Kondisi serupa juga dialami oleh perusahaan antariksa Amerika Serikat lainnya. Saham Rocket Lab (RKLB.O) dan Planet Labs (PL.N) terpantau turun sekitar 3 persen. Sementara itu, AST SpaceMobile (ASTS.O) dan Intuitive Machines (LUNR.O) masing-masing mengalami pelemahan sekitar 7 persen dan 3 persen.

Sebelumnya, investor ritel menunjukkan antusiasme tinggi dengan memborong saham SpaceX secara agresif selama tiga sesi perdagangan terakhir. Total pembelian bersih dari investor ritel mencapai lebih dari US$300 juta. Namun, aktivitas tersebut dilaporkan mereda pada Kamis (18/6). Data dari Vanda Research mencatat hanya ada pembelian bersih senilai US$9,1 juta hingga pukul 14.00 ET.

Para analis dan manajer portofolio telah memperingatkan investor mengenai potensi volatilitas yang tinggi pada saham SpaceX, terutama mengingat jumlah saham yang beredar di publik relatif kecil dan valuasi perusahaan yang sangat tinggi sejak awal. Valuasi SpaceX memang melonjak drastis melampaui US$2 triliun setelah debutnya yang gemilang di bursa Nasdaq pekan lalu.

Lonjakan tajam saham terjadi selama dua hari pertama perdagangan. Namun, keuntungan tersebut mulai dilepas ketika investor mulai mengevaluasi kembali apakah valuasi setinggi itu dapat dibenarkan oleh rencana pengembangan kecerdasan buatan (AI) SpaceX yang membutuhkan investasi besar.

SpaceX sendiri mengumumkan rencana ambisius untuk memperkuat kehadirannya di pasar alat AI korporat dengan mengakuisisi Anysphere, perusahaan rintisan di balik agen pemrograman AI populer bernama Cursor. Akuisisi yang diperkirakan bernilai US$60 miliar dalam bentuk saham ini menjadi salah satu faktor yang memicu kekhawatiran investor terkait beban finansial perusahaan.

Untuk mendukung ekspansi AI yang masif ini, SpaceX dilaporkan sedang mempersiapkan langkah strategis untuk mengumpulkan pendanaan. Para penasihat keuangan perusahaan dikabarkan siap untuk bertemu dengan para investor paling cepat minggu depan guna membahas potensi penawaran obligasi senilai setidaknya US$20 miliar. Langkah ini menjadi krusial bagi SpaceX untuk mewujudkan visi jangka panjangnya di sektor teknologi antariksa dan kecerdasan buatan.

Debut SpaceX di pasar modal memang menjadi sorotan utama. Perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk ini berhasil mencatatkan valuasi yang impresif, menjadikannya salah satu perusahaan paling berharga di dunia. Namun, seperti halnya perusahaan teknologi dengan pertumbuhan pesat, volatilitas harga saham menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Pergerakan harga saham SpaceX ini mencerminkan dinamika pasar saham teknologi, di mana ekspektasi pertumbuhan masa depan seringkali mendorong valuasi hingga ke tingkat yang sangat tinggi. Investor kini tengah mencermati bagaimana perusahaan akan menyeimbangkan ambisi pengembangan teknologi yang mahal dengan profitabilitas jangka panjang.

Keberhasilan SpaceX dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam operasional dan penawarannya akan menjadi kunci utama dalam mempertahankan dan meningkatkan valuasi perusahaan di masa depan. Langkah akuisisi Anysphere dan rencana penawaran obligasi menunjukkan keseriusan SpaceX dalam mengejar peluang di sektor AI yang sangat kompetitif.

Perkembangan selanjutnya dari harga saham SpaceX akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana perusahaan mengelola ekspektasi investor, mengeksekusi strategi bisnisnya, serta bagaimana pasar secara keseluruhan bereaksi terhadap inovasi dan perkembangan di industri antariksa dan teknologi.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All