Monday, 13 July 2026
BREAKING
HIBURAN

Ruben Onsu Curhat Pilu: Sulit Bertemu Anak, Merasa Asing di Tahun 2026

Oleh Wibowo July 13, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Presenter ternama Ruben Onsu tengah dilanda keresahan mendalam terkait hak perjumpaan dengan buah hatinya pasca perceraian dengan Sarwendah. Ia mengungkapkan rasa sulitnya untuk bertemu anak-anak yang kini berada dalam pengasuhan mantan istrinya.

Situasi ini memicu ketegangan baru, terutama menyangkut pembagian waktu bersama anak dan kewajiban nafkah. Melalui kuasa hukumnya, Ruben menyuarakan keluh kesahnya atas akses yang dirasa tidak berimbang.

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, membenarkan kliennya menghadapi kendala signifikan dalam menemui anak-anaknya. Keterbatasan inilah yang mendasari keputusan Ruben menahan uang nafkah selama enam bulan terakhir sebagai bentuk protes.

Minola menyoroti kejanggalan ketika Giorgio Antonio, kekasih baru Sarwendah, justru tampak lebih leluasa berinteraksi dengan anak-anak. Pihak Ruben merasa ironis melihat orang luar memiliki akses lebih besar dibanding ayah kandung.

Keberatan utama dari pihak Ruben meliputi ketidaksesuaian porsi waktu ayah yang diatur dalam perjanjian hukum. Ada pula kekhawatiran anak-anak akan menjauh karena minimnya interaksi dan potensi informasi yang keliru.

Fenomena ayah kandung terasa asing bagi anak-anaknya sendiri menjadi poin krusial. Hal ini diperparah dengan pemberian kebebasan akses kepada pihak luar yang tidak memiliki ikatan darah secara hukum.

Minola menegaskan, masalah ini bukan dilatarbelakangi rasa cemburu terhadap pasangan baru Sarwendah. Fokus utama Ruben adalah mencegah dirinya menjadi sosok asing di mata anak-anak akibat hilangnya momen kebersamaan.

Melalui panggilan video, Ruben Onsu menjelaskan upayanya menjalin komunikasi sesuai kesepakatan pengadilan. Perjanjian tersebut seharusnya memberikan hak bertemu anak selama tiga hingga empat hari setiap pekannya.

Ruben mengaku memiliki bukti upaya komunikasinya yang belum membuahkan hasil optimal. Ia kini menyerahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum untuk mencari solusi terbaik terkait pembagian waktu tersebut.

Konflik ini semakin memanas setelah pihak Sarwendah mengeluhkan penghentian nafkah yang telah berlangsung setengah tahun. Ruben menyatakan siap mengambil alih tanggung jawab penuh membesarkan anak jika pihak Sarwendah merasa keberatan.

Pihak Sarwendah melalui kuasa hukumnya, Abraham Simon, justru membeberkan bahwa kliennya harus menghadapi debt collector terkait aset mobil milik Ruben. Sarwendah merasa dirugikan karena namanya terseret dalam penagihan yang sudah terjadi dua kali.

Abraham menegaskan, Sarwendah telah menanggung seluruh biaya pendidikan dan kesehatan anak. Padahal, dalam akta perjanjian, Ruben sebelumnya berkomitmen membiayai pendidikan anak hingga perguruan tinggi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait