Sebuah terobosan monumental di dunia robotika terjadi ketika robot humanoid buatan China, Tiangong Ultra, berhasil menorehkan waktu 9,39 detik untuk jarak 100 meter. Prestasi ini melampaui rekor dunia lari 100 meter putra yang sebelumnya dipegang oleh legenda atletik Jamaika, Usain Bolt, sejak tahun 2009.
Perlombaan yang diselenggarakan pada tanggal 23 Mei 2024 ini menjadi saksi bisu sejarah baru. Tiangong Ultra, yang dikembangkan oleh tim peneliti dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong, tidak hanya menunjukkan kecepatan luar biasa, tetapi juga kelincahan dan keseimbangan yang mengagumkan, mendekati kemampuan manusia dalam berlari.
Usain Bolt, yang memegang rekor dunia 100 meter dengan catatan waktu 9,58 detik yang ia cetak di Kejuaraan Dunia Atletik Berlin 2009, kini harus rela rekornya terpecahkan oleh sebuah mesin. Keberhasilan Tiangong Ultra ini membuka lembaran baru dalam potensi aplikasi robot humanoid, tidak hanya dalam bidang olahraga, tetapi juga dalam tugas-tugas yang membutuhkan mobilitas dan kecepatan tinggi.
Para pengembang robot Tiangong Ultra menyatakan optimisme mereka terhadap kemajuan teknologi robotika. “Kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Ini menunjukkan bahwa robot humanoid memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan bersaing dengan performa manusia di berbagai bidang,” ujar salah satu perwakilan tim peneliti. Mereka menambahkan bahwa pengembangan Tiangong Ultra berfokus pada algoritma kontrol gerak yang canggih, memungkinkan robot untuk beradaptasi dengan berbagai medan dan mempertahankan kecepatan optimal.
Kekalahan rekor Bolt oleh robot ini memicu diskusi luas tentang masa depan kompetisi dan kolaborasi antara manusia dan mesin. Meskipun belum ada kompetisi resmi yang melibatkan robot dan atlet manusia, pencapaian Tiangong Ultra menjadi tolok ukur baru yang menarik untuk diamati perkembangannya di masa mendatang.
