Lebih dari 4.200 pemukim Israel dilaporkan menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada hari peringatan Tisha B’Av, Selasa (25/7/2023). Aksi ini memicu ketegangan yang signifikan, dengan pihak Palestina dan Yordania mengecam keras pelanggaran tersebut.
Menurut laporan, para pemukim Israel tersebut memasuki kompleks suci itu dalam beberapa kelompok sepanjang hari. Aktivitas mereka di dalam kompleks, yang dianggap suci oleh umat Islam dan Yahudi, diiringi dengan ritual keagamaan yang dilakukan oleh sebagian dari mereka. Insiden ini kembali menyoroti sensitivitas situs Al-Aqsa dan potensi konflik yang dapat ditimbulkannya.
Pihak Palestina menyuarakan kecaman keras terhadap aksi tersebut, menyebutnya sebagai provokasi dan pelanggaran terhadap kesucian situs. Kementerian Luar Negeri Palestina menyatakan bahwa tindakan Israel ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk mengubah karakter demografis dan sejarah Yerusalem.
Sementara itu, Yordania, yang memiliki peran penjaga situs-situs suci di Yerusalem berdasarkan perjanjian damai dengan Israel, juga menyampaikan protesnya. Kementerian Luar Negeri Yordania menyatakan bahwa kehadiran pemukim Israel di Al-Aqsa, terutama dengan melakukan ritual keagamaan, merupakan pelanggaran terhadap status quo dan hukum internasional.
Juru Bicara Kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeineh, menegaskan bahwa aksi ini tidak akan ditoleransi dan merupakan bentuk agresi yang terus berlanjut terhadap rakyat Palestina dan tempat-tempat suci mereka. Ia juga menyerukan komunitas internasional untuk segera campur tangan dan menghentikan tindakan provokatif Israel.
Aksi penerobosan kompleks Al-Aqsa oleh pemukim Israel pada momen-momen sensitif seperti Tisha B’Av memang kerap terjadi dan selalu menimbulkan reaksi keras dari pihak Palestina serta kekhawatiran dari komunitas internasional mengenai eskalasi konflik di wilayah tersebut.
