Sunday, 23 August 2026
BREAKING
OTOMOTIF

Ribuan Pekerja Hyundai Mogok, Produksi Otomotif Terhenti Akibat Tuntutan Kenaikan Upah

Oleh Emanuel August 23, 2026 57 minutes lalu 0 komentar

Sebanyak 40.000 pekerja Hyundai Motor Company di Korea Selatan melakukan mogok kerja besar-besaran pada hari Selasa, 7 Mei 2024. Aksi ini merupakan yang pertama kali terjadi dalam satu dekade terakhir dan berpotensi menghentikan lini produksi perusahaan otomotif raksasa tersebut.

Sumber kericuhan ini adalah tuntutan serikat pekerja yang belum terpenuhi oleh manajemen perusahaan. Serikat Pekerja Industri Otomotif Hyundai (HMMWU) menuntut kenaikan gaji pokok sebesar 15,1%, bonus kinerja sebesar 300% dari gaji pokok, serta perpanjangan usia pensiun hingga usia 64 tahun.

Ketua Serikat Pekerja Hyundai, Kim Ho-kyu, menyatakan kekecewaannya terhadap respons perusahaan. “Perusahaan tidak menawarkan proposal yang memadai untuk memenuhi tuntutan kami. Kami telah mencoba bernegosiasi dengan itikad baik, tetapi tampaknya perusahaan tidak memiliki niat serius untuk mencapai kesepakatan,” ujar Kim Ho-kyu dalam sebuah pernyataan.

Mogok kerja ini diperkirakan akan berdampak signifikan pada produksi global Hyundai. Perusahaan ini memiliki kapasitas produksi tahunan sekitar 1,5 juta unit kendaraan di pabrik-pabriknya di Korea Selatan. Gangguan produksi ini dapat menyebabkan penundaan pengiriman kendaraan kepada konsumen dan berpotensi mengurangi pendapatan perusahaan.

Sebelumnya, negosiasi antara serikat pekerja dan manajemen Hyundai telah berlangsung selama beberapa bulan. Namun, kedua belah pihak belum menemukan titik temu terkait tuntutan kenaikan upah dan tunjangan. Serikat pekerja bersikeras bahwa kenaikan upah diperlukan untuk mengimbangi inflasi dan menjaga daya beli pekerja, sementara perusahaan menyatakan kekhawatiran terhadap dampak finansial dari tuntutan tersebut di tengah kondisi pasar otomotif yang kompetitif.

Aksi mogok ini menjadi sorotan utama di industri otomotif global, mengingat posisi Hyundai sebagai salah satu produsen mobil terbesar di dunia. Dampak lanjutan dari mogok kerja ini akan terus dipantau oleh para pelaku pasar dan analis industri.

Bagikan: Facebook X WhatsApp