Warga Kabupaten Jepara dikejutkan dengan temuan minyak goreng bantuan pemerintah merek MinyaKita yang mengeluarkan bau tidak sedap.
Produk yang diduga mengalami kontaminasi tersebut memiliki aroma menyengat yang menyerupai bau solar saat kemasannya dibuka oleh warga.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Perum Bulog bergerak cepat melakukan penarikan terhadap ribuan liter minyak goreng dari berbagai desa.
Sebanyak 8.484 liter MinyaKita telah dikumpulkan pihak Bulog untuk segera dikembalikan kepada produsen agar dilakukan penggantian produk baru.
Kepala Gudang Bulog Rengging di Kecamatan Pecangaan, Jepara, Hermawan Adiputranto, mengonfirmasi adanya temuan aroma janggal pada minyak bantuan tersebut.
Minyak goreng yang bermasalah diketahui merupakan hasil produksi PT Kusuma Mukti Remaja yang berlokasi di Karanganyar, Jawa Tengah.
Hingga saat ini, pihak Bulog masih menunggu penjelasan resmi terkait penyebab utama kontaminasi aroma pada produk minyak tersebut.
Meski belum ada keterangan resmi, Hermawan tidak membantah bahwa laporan lapangan menunjukkan perbedaan aroma yang signifikan pada minyak itu.
Laporan awal mengenai kualitas minyak ini muncul dari masyarakat di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Jepara.
Dari desa tersebut, Bulog telah menerima pengembalian sebanyak 379 kardus minyak goreng ditambah delapan liter minyak dalam bentuk satuan.
Selain itu, penarikan juga dilakukan di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, dengan total 299 kardus dan empat liter minyak.
Pihak Bulog juga mencatat adanya laporan serupa dari Desa Slagi sebanyak 28 kardus minyak goreng yang kini telah ditarik.
Perlu diketahui, setiap satu kardus MinyaKita berisi enam pouch atau setara dengan 12 liter minyak goreng kemasan.
Seluruh produk yang telah ditarik tersebut saat ini dikumpulkan di gudang Bulog untuk proses pengembalian kepada pihak produsen terkait.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab untuk memastikan keamanan pangan dan kenyamanan masyarakat dalam mengonsumsi bantuan tersebut.
Bulog berkomitmen untuk menuntaskan masalah ini dan mengganti seluruh stok yang terdampak dengan produk berkualitas baik bagi warga.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat diminta tetap tenang sembari menunggu proses distribusi penggantian minyak dari pihak terkait.
Pihak berwenang akan terus memantau perkembangan penarikan barang untuk memastikan tidak ada lagi produk beraroma solar beredar di masyarakat.











