Tuesday, 4 August 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Rekor 13 Manajer Baru Sambut Musim Premier League 2026-27

Oleh Danu Ilham August 4, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Musim Premier League 2026-27 yang belum bergulir telah mencetak sejarah baru. Sebanyak 13 klub dipastikan akan memulai kompetisi dengan juru taktik yang berbeda dari musim sebelumnya, menandai rekor pergantian manajer terbanyak dalam sejarah liga.

Catatan rekor ini melampaui musim 2017-18 yang sebelumnya memegang rekor dengan 12 perubahan manajerial. Angka tersebut menunjukkan dinamika tinggi dan terkadang ketidakstabilan di kursi kepelatihan klub-klub papan atas Inggris.

Perubahan signifikan ini tidak hanya terjadi pada klub-klub promosi atau tim papan bawah, tetapi juga merambah ke klub-klub yang memiliki ambisi besar. Chelsea, misalnya, yang musim lalu finis di posisi ke-11, kini menunjuk Enzo Maresca sebagai manajer baru mereka. Maresca, yang sebelumnya memimpin Leicester City ke gelar Championship, diharapkan membawa angin segar ke Stamford Bridge.

Keputusan ini menegaskan kembali tekanan besar yang dihadapi para manajer di Premier League. Sejumlah klub memilih untuk melakukan perombakan besar-besaran demi meraih hasil yang lebih baik. Manchester United, yang finis di posisi kedelapan, juga mengganti Erik ten Hag dengan manajer asal Inggris, Thomas Frank, yang sebelumnya menukangi Brentford.

Posisi manajer di klub-klub besar seringkali menjadi sorotan utama. Arsenal, yang finis sebagai runner-up, tetap mempertahankan Mikel Arteta di posisinya. Sementara itu, Liverpool, yang kehilangan Jurgen Klopp, telah menunjuk Arne Slot untuk menggantikannya. Manchester City di bawah Pep Guardiola masih menjadi kekuatan dominan, dan Tottenham Hotspur juga mempertahankan Ange Postecoglou.

Pergantian manajer ini juga mencakup beberapa nama baru yang datang dari luar Inggris, menunjukkan tren globalisasi dalam sepak bola. Namun, kehadiran manajer-manajer Inggris seperti Thomas Frank di klub sebesar Manchester United menjadi perhatian tersendiri.

Perubahan ini diprediksi akan menciptakan musim yang sangat menarik dan penuh kejutan. Persaingan di papan atas diprediksi akan semakin sengit, sementara klub-klub yang melakukan pergantian manajer berharap dapat menemukan formula kemenangan mereka di musim 2026-27.

Bagikan: Facebook X WhatsApp