Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merayakan Hari Bhayangkara ke-80 pada Selasa, 1 Juli 2026. Momentum ini menjadi refleksi panjang perjalanan institusi dalam mengabdi kepada masyarakat.
Tahun ini, Divisi Humas Polri mengusung tema khusus yakni 80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat. Tema tersebut menggambarkan dedikasi panjang dalam menjaga keamanan dan ketertiban nasional.
Penetapan hari bersejarah ini merujuk pada Penetapan Pemerintah Tahun 1946 Nomor 11/S.D. Regulasi tersebut menempatkan Djawatan Kepolisian Negara langsung di bawah kendali Perdana Menteri.
Langkah ini menandai posisi kepolisian sebagai lembaga mandiri pascakemerdekaan Indonesia. Institusi ini telah melewati berbagai fase transisi kekuasaan yang sangat dinamis.
Sejarah pengamanan di Indonesia berakar dari masa kolonial Hindia Belanda. Pada tahun 1867, sebanyak 78 orang pribumi direkrut di Semarang untuk menjadi aparat keamanan.
Langkah tersebut kemudian berkembang menjadi korps kepolisian wilayah di tanah air. Beberapa di antaranya dikenal dengan nama Veld Politie dan Stads Politie.
Memasuki periode pendudukan Jepang tahun 1942, operasional hukum mengalami perombakan besar. Wilayah kerja dipecah menjadi empat komando utama di Indonesia.
Pusat komando tersebut berada di Jakarta, Bukittinggi, Makassar, serta Banjarmasin. Peran personel lokal semakin menguat setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan.
Salah satu aksi heroik terjadi di Surabaya melalui pelucutan senjata tentara Jepang. Pasukan Polisi Republik Indonesia di bawah pimpinan Mochammad Jassin memimpin pergerakan tersebut.
Konsolidasi struktur berlanjut pada 19 Agustus 1945 oleh PPKI. Saat itu, Badan Kepolisian Negara resmi dibentuk sebagai garda terdepan keamanan nasional.
Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo pun diangkat sebagai Kepala Kepolisian Negara pertama. Sosoknya menjadi fondasi penting dalam membangun profesionalisme kepolisian di masa awal kemerdekaan.
Kini, peringatan Hari Bhayangkara dirayakan dengan berbagai agenda nasional. Rangkaian kegiatan meliputi upacara resmi hingga pemberian penghargaan bagi personel berprestasi.
Polri juga menyelenggarakan berbagai aksi sosial untuk masyarakat luas. Kegiatan seperti bakti sosial dan doa lintas agama menjadi simbol kedekatan polisi dengan rakyat.
Perayaan ke-80 ini diharapkan memperkuat komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan. Institusi ini terus bertransformasi demi memberikan pelayanan terbaik di era modern.
Refleksi sejarah ini menjadi pengingat akan beratnya tugas menjaga kedaulatan dalam negeri. Polri berkomitmen terus beradaptasi dengan tantangan zaman demi perlindungan masyarakat Indonesia.











