Ratusan pengungsi yang sebelumnya terpaksa meninggalkan rumah akibat erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, akhirnya dapat kembali ke kampung halaman mereka. Pemulangan ratusan pengungsi ini berlangsung pada hari Selasa, 20 Februari 2024, menandai babak baru bagi mereka yang telah lama mengungsi.
Proses kepulangan ratusan warga ini difasilitasi oleh bantuan 18 unit truk dari Kopdes Merah Putih. Kendaraan-kendaraan tersebut dikerahkan untuk mengangkut para pengungsi beserta barang-barang mereka. Keberadaan truk-truk ini sangat vital dalam memastikan pemulangan berjalan dengan aman dan tertib.
Selain bantuan logistik berupa transportasi, pemulangan ini juga didukung oleh tim gabungan yang terdiri dari berbagai elemen. Keberadaan tim gabungan ini memastikan seluruh rangkaian kegiatan pemulangan dapat berjalan lancar, mulai dari titik penjemputan hingga tiba kembali di rumah masing-masing.
Kepala Pelaksana BPBD Karo, Nataniel Peranginangin, menjelaskan bahwa pemulangan ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi teknis PVMBG terkait status aktivitas Gunung Sinabung. Beliau menyatakan, “Rekomendasi teknis dari PVMBG sudah keluar, dan hari ini kita mulai memulangkan warga yang sebelumnya terdampak.”.
Secara rinci, terdapat 248 kepala keluarga yang terdiri dari 711 jiwa yang dipulangkan. Mereka berasal dari 3 desa yang sebelumnya berstatus zona merah terdampak erupsi Gunung Sinabung, yaitu Desa Gamber, Desa Sukanalu, dan Desa Perbaji. Pemulangan ini disambut dengan rasa haru dan syukur oleh para pengungsi yang telah lama menantikan momen ini.
Proses pemulangan ini juga menjadi momen penting dalam pemulihan pasca-bencana. Dengan kembali ke rumah, para pengungsi diharapkan dapat segera memulai kembali kehidupan normal mereka dan beraktivitas seperti sedia kala. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kopdes Merah Putih dan tim gabungan, sangat berperan dalam mewujudkan kepulangan ini.
