Ramalan mengenai potensi gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 9,0 yang mengancam Indonesia pada tahun 2026 menuai perhatian publik. Prediksi ini datang dari pengamat asal Kanada, Frankie MacDonald, yang belakangan menjadi sorotan. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa gempa bumi, berdasarkan ilmu pengetahuan yang ada saat ini, tidak dapat diprediksi secara akurat.
Menanggapi kekhawatiran yang timbul akibat ramalan tersebut, BMKG melalui Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono, memberikan klarifikasi. Daryono menyatakan dengan tegas bahwa hingga kini, belum ada teknologi atau metode yang mampu memprediksi waktu terjadinya gempa bumi secara pasti. Keterbatasan ini berlaku untuk semua jenis gempa, termasuk gempa besar yang dikhawatirkan.
“Gempa bumi tidak dapat diprediksi,” tegas Daryono dalam sebuah kesempatan. Pernyataan ini menggarisbawahi posisi ilmiah BMKG yang didasarkan pada pemahaman geologi dan seismologi terkini. Fokus utama BMKG adalah pada upaya mitigasi bencana, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, dan pengembangan sistem peringatan dini tsunami yang efektif, bukan pada prediksi waktu gempa.
MacDonald, yang dikenal kerap membuat prediksi gempa melalui media sosial, memang sempat mengemukakan kemungkinan terjadinya gempa besar di wilayah Indonesia. Prediksi tersebut beredar dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang akrab dengan kerentanan Indonesia terhadap aktivitas seismik. Namun, BMKG mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu akurat dan tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa ilmu pengetahuan belum sampai pada titik di mana gempa dapat diprediksi seperti halnya prakiraan cuaca. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana alam. BMKG terus mengimbau masyarakat untuk senantiasa mengikuti informasi resmi dari lembaga terkait dan mempersiapkan diri menghadapi gempa kapan pun dan di mana pun itu terjadi.
