RANS Entertainment Lolos Aturan Free Float Bursa Meski Hanya Lepas 20% Saham, Ini Penjelasannya

Emanuel

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), calon emiten yang terafiliasi dengan selebriti Raffi Ahmad, menuai sorotan publik terkait porsi saham perdana yang ditawarkan. Hanya sekitar 20% saham yang dilepas ke publik dalam penawaran umum perdana (IPO), sebuah angka yang terkesan kecil dibandingkan dengan ketentuan minimum free float atau saham beredar bebas yang disyaratkan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk perusahaan dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp 5 triliun, yakni sebesar 25%.

Berdasarkan prospektus yang dirilis, dengan rentang harga penawaran saham di antara Rp 135 hingga Rp 170 per lembar, estimasi kapitalisasi pasar RANS diperkirakan berada di kisaran Rp 1,7 triliun hingga Rp 2,14 triliun. Angka ini jelas berada di bawah ambang batas Rp 5 triliun yang memicu kewajiban free float 25%. Namun, otoritas bursa rupanya memiliki pertimbangan khusus sehingga RANS tetap dinyatakan memenuhi syarat untuk dapat melantai di pasar modal.

Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, memberikan penjelasan mengenai hal ini. Ia menegaskan bahwa ada berbagai pertimbangan lain yang membuat RANS layak untuk go public. Salah satu faktor krusial adalah waktu pengajuan dokumen permohonan pencatatan saham perusahaan. "Perlu kami sampaikan bahwa, maka proses evaluasi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku pada saat permohonan diterima," ujar Nyoman Yetna kepada wartawan, pada Kamis, 25 Juni 2026.

Ia merinci lebih lanjut bahwa dokumen permohonan RANS telah diterima oleh Bursa Efek Indonesia sebelum berlakunya Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026, yang efektif berlaku mulai 31 Maret 2026. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Direksi nomor Kep-00045/BEI/03-2026 Ketetapan 5, yang mengatur tentang ketentuan yang berlaku saat permohonan diajukan.

Lebih lanjut, Nyoman Yetna memaparkan bahwa perhitungan free float tidak hanya terbatas pada saham yang ditawarkan dalam IPO. Struktur kepemilikan saham RANS setelah IPO menunjukkan adanya pemegang saham eksisting yang juga memenuhi kriteria free float. Dengan demikian, berdasarkan keseluruhan struktur kepemilikan saham pasca-IPO, porsi free float RANS diperkirakan mencapai sekitar 28,85%. "Oleh karena itu, struktur kepemilikan saham Perseroan setelah IPO telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku," tegasnya.

Menilik lebih dalam struktur kepemilikan saham RANS sebelum IPO, Raffi Farid Ahmad, yang lebih dikenal sebagai Raffi Ahmad, menggenggam porsi mayoritas saham sebesar 78,68%. Sosok yang menjadi ikon utama RANS Entertainment ini memegang kendali atas sebagian besar perusahaan hiburan tersebut.

Selain Raffi Ahmad, terdapat pula PT Indonesia Entertainment Grup yang memiliki 9,04% saham. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), sebuah entitas media terkemuka di Indonesia. Kehadiran SCMA sebagai pemegang saham menunjukkan adanya potensi sinergi strategis di masa depan.

Selanjutnya, PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi, yang dikendalikan oleh Pieter Tanuri dan berada di bawah naungan PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), memiliki 0,76% saham. Perusahaan teknologi ini membawa nuansa inovasi dan perkembangan digital ke dalam struktur kepemilikan RANS.

Daftar pemegang saham RANS juga mencakup sejumlah nama yang dikenal publik, baik dari kalangan pebisnis maupun tokoh publik lainnya. Dony Oskaria, yang menjabat sebagai Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) BPI, memiliki 3,42% saham. Kehadirannya memberikan perspektif yang menarik terkait potensi pengembangan bisnis RANS dengan dukungan dari sektor badan usaha milik negara.

Sutanto Hartono, Direktur Utama SCMA, turut menjadi pemegang saham dengan kepemilikan 1,43%. Keikutsertaannya memperkuat jejaring RANS dengan industri media dan penyiaran. Tak ketinggalan, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, juga memiliki 1,14% saham, menambah dimensi politik dan potensi kolaborasi dengan sektor publik.

Istri Raffi Ahmad, Nagita Slavina Mariana Tengker, juga turut berinvestasi dengan memegang 1,24% saham. Keberadaan pasangan selebriti ini dalam struktur kepemilikan menegaskan identitas RANS sebagai perusahaan yang berakar kuat pada industri hiburan dan content creation.

Nama-nama lain yang menjadi pemegang saham RANS sebelum IPO antara lain Soultan Ariq Rachman dengan kepemilikan 3,43% dan Hikmat Janika dengan 0,86%. Keberagaman pemegang saham ini menunjukkan adanya dukungan dari berbagai pihak dengan latar belakang yang berbeda, yang berpotensi memberikan kontribusi beragam bagi pertumbuhan RANS Entertainment.

Dengan demikian, meskipun porsi saham yang dilepas dalam IPO terkesan kecil, RANS Entertainment telah memenuhi persyaratan free float yang ditetapkan oleh BEI berkat struktur kepemilikan saham yang dimilikinya setelah aksi korporasi tersebut. Hal ini membuka jalan bagi RANS untuk menjadi perusahaan terbuka dan berpartisipasi dalam pasar modal Indonesia, dengan harapan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi industri hiburan dan ekonomi digital nasional.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All