Andoni Iraola, pelatih baru Liverpool, berbagi pandangannya mengenai kunci kesuksesan para pelatih asal Basque dan Spanyol. Teori ini akan menjadi landasan pendekatan Iraola dalam membentuk kembali identitas The Reds dan mengembalikan koneksi, kegembiraan, serta keyakinan di Anfield.
Inti dari teori Iraola terletak pada kekuatan kolektif. Fenomena ini terlihat dari dominasi pelatih asal Basque dan Spanyol di berbagai kompetisi bergengsi, mulai dari Liga Champions, Liga Primer, Liga Europa, Piala FA, Piala Liga, hingga turnamen internasional seperti Kejuaraan Eropa dan Piala Dunia. Musim depan, empat pelatih dari wilayah kecil Gipuzkoa di Basque akan memimpin empat tim papan atas Liga Primer: Andoni Iraola sendiri, Mikel Arteta, Xabi Alonso, dan Unai Emery.
Di tengah tur pramusim Liverpool di Chicago, Iraola mengungkapkan bahwa rahasia di balik lonjakan popularitas para pelatih dari Gipuzkoa dan dominasi Spanyol di panggung global sangatlah sederhana. “Jangan menjadi protagonis,” adalah prinsip utama yang dipegang oleh para pelatih ini.
Iraola menjelaskan bahwa filosofi ini menekankan pentingnya peran setiap individu dalam sebuah tim. “Anda harus menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri Anda sendiri,” ujarnya, merujuk pada bagaimana mereka mendorong pemain untuk bersinar, bukan diri mereka sendiri. Pendekatan ini menciptakan lingkungan di mana setiap anggota tim merasa dihargai dan termotivasi untuk berkontribusi demi kesuksesan bersama.
Saat ditanya mengenai perannya di Liverpool, Iraola menegaskan komitmennya untuk menerapkan filosofi ini. Ia ingin membangun tim yang solid, di mana setiap pemain merasa memiliki tanggung jawab dan kebanggaan terhadap klub. “Ini tentang bagaimana kita bisa menjadi tim yang lebih baik, bukan hanya tentang saya,” katanya, menekankan fokus pada pembangunan tim yang kuat dan kohesif.
Perjalanan Iraola di Liverpool baru saja dimulai, namun dengan fondasi filosofi yang kuat ini, ia optimis dapat membawa perubahan positif dan mengembalikan kejayaan The Reds. Pengalamannya yang teruji di klub lain, dikombinasikan dengan pemahamannya tentang dinamika tim dan kekuatan kolektif, menempatkannya pada posisi yang baik untuk menghadapi tantangan di Liga Primer.
