Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan berada di kisaran 6.500 hingga 7.000 pada kuartal ketiga tahun 2026. Proyeksi ini disampaikan oleh ekonom Rully, yang menyoroti faktor kunci pendorong pergerakan indeks.
Menurut Rully, faktor utama yang akan mendongkrak IHSG adalah masuknya aliran dana dari investor asing atau yang dikenal sebagai inflow. Kehadiran dana segar dari pelaku pasar internasional ini diperkirakan akan memberikan sentimen positif yang signifikan terhadap kinerja pasar modal Indonesia.
Rully menjelaskan lebih lanjut bahwa pergerakan IHSG sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal maupun internal. Namun, ia menekankan bahwa aliran dana asing memiliki peran yang sangat krusial dalam menentukan arah pergerakan indeks saham di Tanah Air. Ketika investor asing menunjukkan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia, hal tersebut biasanya tercermin dari kenaikan IHSG.
Selain aliran dana asing, sejumlah faktor lain juga turut berkontribusi dalam pembentukan proyeksi tersebut. Meskipun tidak dirinci secara spesifik dalam pernyataan Rully, biasanya analisis ekonomi mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi nasional, kebijakan moneter dan fiskal, stabilitas politik, serta kondisi pasar global. Keempat elemen ini secara kolektif membentuk persepsi investor terhadap potensi imbal hasil dan risiko berinvestasi di pasar saham Indonesia.
Dengan proyeksi IHSG di level 6.500-7.000 pada pertengahan tahun 2026, hal ini memberikan gambaran bagi para pelaku pasar mengenai potensi pergerakan indeks dalam jangka menengah. Investor dapat menggunakan proyeksi ini sebagai salah satu referensi dalam menyusun strategi investasi mereka, namun tetap perlu mempertimbangkan analisis yang lebih mendalam dan diversifikasi portofolio.
