PT Danantara Investment Management (DIM) secara resmi menyerahkan Conditional Letter of Award (CLoA) kepada delapan mitra strategisnya. Penyerahan ini menandai dimulainya tahap kedua dari proyek ambisius pengolahan sampah menjadi energi listrik yang digagas oleh DIM.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari komitmen DIM dalam mengembangkan solusi energi terbarukan yang berkelanjutan. Pemilihan kedelapan mitra ini telah melalui proses seleksi yang ketat, memastikan kapabilitas dan kesiapan mereka untuk berkontribusi dalam proyek berskala besar ini.
Kedelapan mitra yang terpilih akan memiliki peran krusial dalam berbagai aspek operasional proyek tahap kedua ini. Mereka akan bertanggung jawab atas pengelolaan sampah hingga konversi menjadi energi listrik, memastikan efisiensi dan keberlanjutan prosesnya. DIM optimis bahwa kolaborasi ini akan mempercepat pencapaian target proyek.
Dalam pernyataannya, Direktur Utama Danantara Investment Management, R. M. Bayu Riyanto, menekankan pentingnya kemitraan dalam mewujudkan visi energi bersih. “Kami sangat antusias untuk memulai fase kedua proyek ini. Kehadiran delapan mitra terpilih ini akan menjadi pendorong utama kesuksesan kami dalam menyediakan solusi energi terbarukan yang inovatif dan ramah lingkungan,” ujar Bayu pada acara penyerahan CLoA di Jakarta, Selasa (23/1/2024).
Bayu menambahkan bahwa pemilihan mitra dilakukan berdasarkan rekam jejak, keahlian teknis, serta komitmen terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan yang sejalan dengan visi DIM. “Kami percaya bahwa dengan sinergi yang kuat, kita dapat mengatasi tantangan pengelolaan sampah sekaligus memenuhi kebutuhan energi nasional,” jelasnya.
Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengurangan volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil. DIM menargetkan proyek ini dapat beroperasi penuh dalam beberapa tahun mendatang, dengan tahap kedua ini menjadi tonggak penting menuju realisasi tersebut.
