Presiden Joko Widodo meresmikan dua bendungan monumental yang dibangun oleh PT Nindya Karya (Persero). Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah memperkuat ketahanan air dan mewujudkan swasembada pangan nasional.
Kedua bendungan tersebut, yakni Bendungan Sadawarna dan Bendungan Cibeet, kini siap beroperasi penuh. Keberadaannya diharapkan mampu mengairi lahan pertanian luas dan menjadi penopang utama ketersediaan air di wilayah sekitarnya.
Nindya Karya, sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi, menunjukkan komitmennya dalam mendukung program-program strategis nasional. Penyelesaian pembangunan bendungan ini merupakan bukti nyata kontribusi perusahaan.
Bendungan Sadawarna, berlokasi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, memiliki kapasitas tampung signifikan. Bendungan ini dirancang untuk mengendalikan banjir sekaligus menyediakan pasokan air irigasi yang stabil.
Sementara itu, Bendungan Cibeet yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, juga memiliki peran vital. Selain untuk irigasi, bendungan ini turut berkontribusi dalam mitigasi bencana banjir di daerah hilir.
Presiden Jokowi dalam pidatonya menekankan pentingnya infrastruktur air untuk menunjang sektor pertanian. “Bendungan ini bukan sekadar bangunan fisik, namun jantung ketahanan pangan kita,” ujar Presiden saat peresmian di lokasi Bendungan Sadawarna pada hari Rabu, 15 Mei 2024.
Beliau menambahkan bahwa ketersediaan air yang memadai akan meminimalkan ketergantungan pada impor beras dan komoditas pangan lainnya. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan kemandirian pangan.
Direktur Utama Nindya Karya, Haedar A. Karim, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini. “Kami bangga dapat berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang sangat krusial bagi bangsa,” katanya.
Pembangunan kedua bendungan ini melibatkan teknologi konstruksi modern dan standar keselamatan tinggi. Prosesnya telah melalui berbagai tahapan, mulai dari perencanaan, pembebasan lahan, hingga konstruksi fisik.
Manfaat bendungan tidak hanya terbatas pada sektor pertanian. Keduanya juga berpotensi mendukung penyediaan air baku untuk kebutuhan rumah tangga dan industri di masa mendatang.
Selain itu, keberadaan bendungan seringkali membuka peluang pengembangan pariwisata dan sumber energi terbarukan skala kecil. Hal ini akan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.
Proyek ini merupakan bagian dari komitmen Nindya Karya dalam mewujudkan infrastruktur yang berkelanjutan. Perusahaan terus berupaya memberikan yang terbaik dalam setiap proyek strategis yang dipercayakan oleh negara.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, turut hadir mendampingi Presiden. Beliau mengapresiasi kinerja Nindya Karya dalam menyelesaikan proyek tepat waktu dan sesuai spesifikasi.
Dengan beroperasinya Bendungan Sadawarna dan Bendungan Cibeet, diharapkan sektor pertanian Indonesia semakin tangguh dan berdaya saing di kancah global. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan rakyat.
