Presiden Iran Ebrahim Raisi menegaskan sikap tegas negaranya dalam menghadapi Amerika Serikat dan Israel, menyatakan kesiapan untuk melawan jika diperlukan. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan resminya ke India, menyoroti ketidakmauan Iran untuk tunduk pada tekanan internasional.
Dalam pidatonya di hadapan para pebisnis India pada Senin (10/6/2024) di New Delhi, Raisi menyampaikan bahwa Iran tidak akan pernah menyerah pada kekuatan-kekuatan hegemonik. Ia secara spesifik menyinggung Amerika Serikat, menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tuntutan AS, bahkan jika negara-negara lain di dunia melakukannya.
“Iran tidak akan pernah menyerah pada kekuatan-kekuatan hegemonik. Kami tidak akan tunduk pada tuntutan AS, meskipun negara-negara lain di dunia tunduk pada AS,” tegas Raisi, seperti dikutip dari Reuters.
Lebih lanjut, Presiden Raisi juga menyentil Israel, menyebut bahwa negara tersebut tidak memiliki masa depan. Ia mengaitkan keberadaan Israel dengan dukungan negara lain, dan menyatakan bahwa jika dukungan tersebut dicabut, Israel akan lenyap. Pernyataan ini menggarisbawahi posisi Iran yang secara konsisten menentang keberadaan dan kebijakan Israel di kawasan.
Kunjungan Raisi ke India ini merupakan bagian dari upaya Iran untuk memperkuat hubungan bilateral di tengah sanksi ekonomi yang masih membelit. Iran berharap dapat meningkatkan kerja sama ekonomi, terutama di sektor energi dan perdagangan, dengan negara-negara seperti India. India sendiri, sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia, menjadi mitra strategis penting bagi Iran dalam menghadapi isolasi internasional.
Dalam konteks yang lebih luas, pernyataan Raisi mencerminkan ketegangan geopolitik yang terus berlanjut di Timur Tengah. Iran kerap kali menuding AS dan Israel sebagai aktor utama yang mengganggu stabilitas regional. Sikap keras yang ditunjukkan Raisi ini diharapkan dapat memperkuat posisi tawar Iran dalam negosiasi internasional dan menunjukkan kepada dunia bahwa Iran memiliki kemauan politik untuk membela kepentingannya.
