Presiden Iran Hassan Rouhani pada Jumat (21/6/2019) secara mengejutkan menyerukan perdamaian dengan Amerika Serikat, di tengah memanasnya ketegangan antara kedua negara dan ancaman sanksi ekonomi yang terus membayangi. Seruan ini disampaikan Rouhani dalam sebuah pertemuan dengan para dokter di Tehran, di saat upaya-upaya diplomatik antara kedua negara masih belum menunjukkan hasil.
Meskipun hubungan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat telah lama renggang, pernyataan Rouhani kali ini menawarkan sedikit celah harapan di tengah situasi yang semakin memburuk. Ia menegaskan bahwa Iran selalu terbuka untuk dialog dan penyelesaian damai, namun dengan syarat-syarat tertentu yang belum dirinci lebih lanjut. Pernyataan ini menjadi sorotan mengingat eskalasi ketegangan yang dipicu oleh berbagai insiden, termasuk penembakan drone AS di atas wilayah udara Iran.
Rouhani menekankan bahwa Iran tidak mencari konflik dan selalu mengedepankan pendekatan damai dalam penyelesaian masalah. Ia juga menyinggung soal ancaman sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat terhadap negaranya. “Kami ingin hidup dalam perdamaian dan persahabatan dengan semua negara, termasuk Amerika Serikat,” ujar Rouhani, sebagaimana dikutip dari laporan Associated Press. Ia menambahkan bahwa Iran siap untuk berdialog jika Amerika Serikat menunjukkan niat yang tulus dan menghormati kedaulatan Iran.
Namun, di sisi lain, penolakan Iran terhadap beberapa tuntutan Amerika Serikat, terutama terkait program rudal balistik dan isu-isu regional, masih menjadi batu sandungan utama dalam setiap upaya rekonsiliasi. Para pengamat menilai, meskipun ada seruan perdamaian dari Presiden Rouhani, jalan menuju dialog yang substantif masih terjal dan penuh tantangan. Terlebih lagi, pernyataan ini muncul bersamaan dengan pengumuman Iran yang akan meningkatkan pengayaan uraniumnya melebihi batas yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir 2015, sebagai respons atas sanksi ekonomi AS yang semakin ketat.
Pertemuan dengan para dokter tersebut menjadi momentum Rouhani untuk menyampaikan pandangannya mengenai situasi terkini. Ia berharap agar para profesional medis dapat terus berkontribusi dalam pembangunan negara di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. Pernyataan damai Rouhani ini diharapkan dapat memicu diskusi lebih lanjut dan membuka kembali jalur komunikasi, meskipun kenyataan di lapangan masih menunjukkan adanya jurang pemisah yang dalam antara kedua negara.
