Presiden Belarus Alexander Lukashenko memilih bermalam di Istana Negara selama kunjungan kenegaraannya di Jakarta. Langkah ini menjadi sorotan karena tergolong langka bagi tamu negara.
Biasanya, kepala negara asing lebih memilih untuk menginap di hotel berbintang. Namun, Lukashenko secara khusus meminta agar dapat tinggal di kompleks Istana Kepresidenan.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyatakan pemerintah memenuhi permintaan tersebut sebagai bentuk penghormatan tertinggi. Hal ini menunjukkan kedekatan diplomatik antara Indonesia dan Belarus saat ini.
Awalnya, protokoler menyiapkan Wisma Negara sebagai tempat peristirahatan sang Presiden. Namun, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan berbeda demi menghormati tamunya tersebut.
Presiden Prabowo menilai Istana Negara jauh lebih representatif bagi tamu kehormatan. Instruksi itu pun langsung dijalankan untuk memberikan kenyamanan bagi Lukashenko.
Kunjungan ini merupakan balasan atas lawatan Presiden Prabowo ke Minsk, Belarus, pada 15 Juli 2025 lalu. Ini adalah kali kedua Lukashenko mengunjungi Indonesia sejak tahun 2013.
Presiden Lukashenko tiba di Jakarta pada Rabu, 1 Juli 2026. Ia disambut langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Landasan Udara Halim Perdanakusuma.
Dalam lawatan kali ini, Lukashenko membawa serta delegasi penting. Termasuk di dalamnya adalah kedua putranya, Dmitry Lukashenko dan Nikolai Lukashenko.
Pertemuan resmi antara kedua pemimpin berlangsung di Istana Merdeka, Kamis, 2 Juli 2026. Agenda utama mencakup peluncuran peta jalan hubungan bilateral strategis.
Kedua negara fokus membahas ketahanan pangan serta ketahanan energi nasional. Selain itu, diskusi mencakup percepatan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement.
Kedekatan kedua pemimpin ini tercermin saat Prabowo berkunjung ke kediaman pribadi Lukashenko di Ozyorny tahun lalu. Prabowo menjadi tamu kedua setelah Vladimir Putin yang menjajaki rumah tersebut.
Saat itu, Lukashenko menyambut hangat Prabowo dan mengapresiasi kunjungan tersebut. Momen tersebut mempererat ikatan pribadi di antara kedua kepala negara.
Prabowo pun sempat mengundang Lukashenko untuk datang ke Indonesia. Undangan tersebut akhirnya terwujud melalui kunjungan kenegaraan yang berlangsung pekan ini di Jakarta.
Pertemuan strategis ini diharapkan mampu meningkatkan volume perdagangan kedua negara. Fokus utamanya meliputi pemenuhan kebutuhan pupuk serta komoditas unggulan lainnya.
Hubungan Indonesia dan Belarus kini memasuki babak baru yang lebih erat. Keberadaan Lukashenko di Istana Negara menjadi simbol nyata dari persahabatan tersebut.
Seluruh rangkaian kunjungan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis bagi Belarus. Kerjasama ini diharapkan memberikan dampak positif bagi ekonomi kedua bangsa ke depan.











