Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengklaim bahwa gerakan pilah sampah yang semakin masif di tengah masyarakat telah menunjukkan dampak positif. Ia menyatakan bahwa jumlah truk pengangkut sampah yang menuju Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang kini mengalami penurunan.
Menurut Pramono Anung, inisiatif pilah sampah dari sumbernya terbukti efektif dalam mengurangi volume sampah yang harus dikirim ke TPST Bantargebang. Hal ini menjadi indikator keberhasilan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang digalakkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Sejak gerakan pilah sampah ini semakin masif, kami melihat ada pengurangan jumlah truk sampah yang masuk ke Bantargebang. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat mulai tumbuh dan program ini berjalan sesuai harapan,” ujar Pramono Anung dalam sebuah kesempatan.
Lebih lanjut, Pramono Anung menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat dalam upaya pengelolaan sampah. Ia berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang. Dengan berkurangnya volume sampah yang diangkut, diharapkan dapat mengurangi beban operasional TPST Bantargebang sekaligus berkontribusi pada lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
