Presiden terpilih Prabowo Subianto menegaskan ambisi besar Indonesia untuk mencapai kemandirian energi, khususnya di sektor minyak. Ia menyatakan bahwa jika produksi minyak mentah dalam negeri atau lifting minyak berhasil ditingkatkan, Indonesia seharusnya tidak perlu lagi mengimpor minyak sama sekali.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam sebuah kesempatan, menyoroti pentingnya optimalisasi sumber daya migas nasional. “Kita tidak boleh impor satu barel pun,” tegasnya, menekankan bahwa potensi domestik seharusnya mampu memenuhi kebutuhan energi negara.
Angka lifting minyak menjadi krusial dalam target ini. Peningkatan produksi minyak mentah dari sumur-sumur yang ada di Indonesia diharapkan dapat menjadi kunci utama untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan impor. Selama ini, impor minyak menjadi salah satu pos pengeluaran terbesar dalam neraca perdagangan Indonesia.
Meski tidak merinci angka spesifik target peningkatan lifting, Prabowo mengindikasikan bahwa upaya serius akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Fokus pada eksplorasi dan eksploitasi sumur-sumur minyak yang ada, serta penerapan teknologi yang lebih efisien, diperkirakan akan menjadi strategi utama.
Lebih lanjut, Prabowo juga sempat menyinggung soal potensi sumber daya alam lain yang dimiliki Indonesia. Namun, fokus utamanya saat ini tertuju pada sektor energi, di mana minyak masih memegang peranan penting dalam bauran energi nasional. Ia berharap, dengan langkah-langkah yang tepat, Indonesia dapat segera mewujudkan kedaulatan energinya dan tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar negeri.
